Sosiologi
Ekonomi didefinisikan sebagai studi tentang bagaimana cara orang atau
masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang
dengan menggunakan pendekatan sosiologi. Sementara aktivitas ekonominya
bertumpu pada tiga bidang kegiatan utama, yakni Produksi, Distribusi,
dan Konsumsi.
Dalam mengkaji persoalan-persoalan bidang
ekonomi yang dikaitkan dengan kajian sosiologi ekonomi, tidak terlepas
dari sejarah pemikiran Merkantilisme yang mendominasi Eropa sepanjang abad ke 17 dan 18. Merkantilisme merupakan kumpulan besar (conglomeration) pendapat-pendapat mengenai nilai, saran-saran kebijakan, dan pernyataan mengenai sifat kehidupan ekonomi.
Namun dalam perkembangannya, pemikiran kaum
Merkantilisme ini di kritik oleh
Adam Smith dalam karya monumentalnya,
The Wealth of Nation. Ia menolak penekanan yang dilakukan oleh kaum
Merkantilis terhadap
uang dan harta. Ia mengemukakan bahwa kekayaan suatu bangsa dapat
dilihat dari basis produksinya. Menurutnya, uang merupakan alat
pertukaran yang memudahkan alokasi barang-barang. Sedangkan dalam basis
produksi adalah kekuatan untuk menghadirkan “barang-barang keperluan,
kesenangan dan kemudahan hidup”, bergantung pada tingkat pekerjanya.
Dalam artian, semakin tinggi spesialisasi tenaga kerja tersebut, maka
semakin produktif lah dia.
Adam Smith juga mengemukakan pendapat bahwa regulasi-regulasi dalam ekonomi, seharusnya ditentukan oleh orang-orang ekonomi (Economic Agents).
Bukan oleh pemerintah. Pemerintah hanya diminta untuk membuat dan
mengatur undang-undang untuk menjamin bahwa penjualan dan kontrak dapat
di hormati, memberikan setting moral, legalitas, dan institusional yang
mendorong perusahaan secara keseluruhan. Sedangkan dalam penentuan harga
atau total dari output suatu Industri, Smith berpendapat
para pengusaha akan menggunakan modalnya untuk menemukan sendiri tingkat
harga yang wajar di pasaran. Hal inilah yang dikenal sebagai konsep Invisible Hand.
Dalam menganalisis ekonomi dari segi
sosiologi, tidak terlepas dari cara pandang terhadap beberapa konsep.
Yaitu konsep aktor, konsep tindakan ekonomi, hambatan pada tindakan
ekonomi, hubungan ekonomi dalam masyarakat, tujuan analisis, dan
penerapan metode. Disana banyak variabel yang mempengaruhi sistem
ekonomi. Seperti yang di kemukakan oleh Mark dan Weber, yakni kebijakan negara, konflik buruh-manajemen, dan hubungan-hubungan diantara kelas-kelas ekonomi.
Aspek lain yang mempengaruhi sosiologi ekonomi adalah kepercayaan (Trust) sebagai properti sosial yang memegang peranan dalam aktivitas ekonomi.
Dalam diri masyarakat sendiri sebenarnya dapat ditemukan aktivitas ekonomi yang bersifat Subsisten.
Yaitu masyarakat yang memproduksi barang dan komoditas tertentu untuk
dipakai oleh dirinya sendiri. Dalam aktivitas ekonomi pada tingkat ini,
berlaku ukuran-ukuran rasionalitas kelompok. Seperti dalam pemilihan
pupuk kandang untuk digunakan dalam bercocok tanam, merupakan pilihan
yang didasari atas logika dan rasionalitas yang berlaku diantara para
petani pada masa itu.
Jadi kesimpulannya, aspek sosial dalam
banyak kasus memperlihatkan adanya keterkaitan yang positif dengan
peningkatan aktivitas ekonomi. Aspek-aspek sosial seperti inilah dalam
aktivitas ekonomi yang menjadi pelumas bagi terbangunnya komitmen
bisnis. Akhirnya, aktivitas ekonomi tidak dapat dianalisis secara
terpisah pada tataran praktis. Dinamika dan setting sosial para
aktor ekonomi akan terlibat dalam aktivitas tersebut. Itulah sebabnya
kita dapat melihat pencapaian ekonomi masing-masing individu, kelompok,
bahkan negara, berbeda-beda. Sikap, etika, kebiasaan-kebiasaan,
tradisi-tradisi,dan aspek-aspek yang di kategorikan sebagai bagian dari
properti sosial ternyata mampu mempengaruhi proses ekonomi.
Ilmu Sosiologi Ekonomi
dan Perkembangannya
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya.
Ilmu Sosiologi Ekonomi oleh Max Weber dan Emile Durkheimdidefinisikan
sebagai fenomena ekonomi yang dilihat dari perspektif Sosiologi.Smelser
menambahkan tentang perspektif sosiologi dari interaksi
personal,kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial(
yang terdiri darisanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama
adalah nilai-nilai). Sosiologi Ekonomi mempelajari berbagai macam
kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi,
pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam
masyarakat. Yang fokus pada kegiatan Ekonomi, danmengenai hubungan
antara variable-variabel sosiologi yang terlibat dalam
konteksnon-Ekonomis. Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme
pasar-interaksi Ekonomi yang dilakukan oleh antar individu dan
masyarakat-sebenarnya berawaldari hubungan yang sederhana antara
individu dan masyarakat (interaksi sosial)dalam rangka mengatasi
kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Ekonomi tidak dapat
dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas Ekonomi selalu melekat
dalam sosialitas tempat kejadian Ekonomi itu berlangsung.
Meskipun sosiologi juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek
material bersama dengan Ekonomi namun sosiologi memiliki perangkat
danwilayah analisis yang berbeda dengan ilmu Ekonomi. Sosiologi berusaha
memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi
terhadapfakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun
variabel-variabel yangdapat dioperasionalisasikan dalam analisis.
Elemen-elemen observasinya beruparegularitas, orientasi sosial individu
dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi,norma-norma, dan
nilai-nilai..Jadi, pada Ekonomi Sosiologi fenomena-fenomena Ekonomi yang
adaakan dilihat dan dianalisa melalui perspektif sosiologi. Untuk
membandingkan antara Mainstream Ekonomi dengan Ekonomi Sosiologi dapat
dibedakan melalui:
1. Konsep pelaku,
2. Konsep tindakan Ekonomi,
3. Batasan-Batasan dalamTindakan Ekonomi,
4. Hubungan Ekonomi dengan Masyarakat,
5. TujuanAnalisa,
6. Model yang dipakai, dan
7. Kebiasaan-kebiasaan Intelektual.
Ilmu ekonomi sosiologi mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920dengan
tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, di
manatetap menggabungkan antara analisa ekonomi dengan analisa
hubungan-hubungansosial.Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli Ekonomi
Sosiologi Klasik antara lain:
1.Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi
jugamenentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang
diangkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus
bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith
atasteori Invisible Hand-nya.
2. Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan
tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain
The protestant ethic and the spirit of capitalism, dan Economy and
Society
3. Emile Durkheim(1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak
mengetahui tentang ilmu ekonomi, tidak banyak membuat tulisan dantidak
memberikan kontribusi yang banyak pada Sosiologi Ekonomi. Pada bukunya
The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada
Sosiologi Ekonomi, di mana pada buku tersebut disebutkan bahwa perubahan
struktur sosial sebagaimana perkembanganmasyarakat dari status yang
tidak dibedakan pada masa primodialismeuntuk sebuah langkah yang
dikarakteristikkan dengan pembagian tenagakerja yang kompleks pada dunia
yang modern.4.Goerg Simmel(1858-1918). Fokus pada analisa-analisa
ketertarikan.Biasanya menunjukkan fenomena ekonomi diantara yang lebih
luascakupannya.
Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain:
1.Joseph Schumpeter(1883-1950).
2.Karl Polanyi(1886-1964).
3.Talcott Parsons(1902-1979).Sejak masa penerapan ilmu Sosiologi Ekonomi
sebagai salah satu pilihan dalam menjelaskan perilaku masyarakat pada
umumnya, memberikan manfaat kepada ahli sosiologi pada praktiknya secara
luas, selain analisa ekonomi yang sesuai.
Perkembangan Keilmuan
Ada beberapa periode perkembangan keilmuan seiring berkembangnya
Sosiologi Ekonomi, yaitu :
Pertama, Yunani kuno
Kedua pada sekitar abad-XIVagama mengalami perkembangan yang sangat
pesat, namun yang terjadi dengankeilmuan justru sebaliknya, zaman ini
disebut zaman Skolastik. Skolastik disebut juga dengan zaman kegelapan,
di Eropa agama kristen mengalami perkembanganyang sangat pesat, pada
zaman ini kaum pemuka agama dianggap sebagai yangmengetahui segalanya,
sehingga jika ada yang bertentangan dengan Gereja makaharus minta maaf
dan tidak boleh mempertahankan anggapannya meskipun benar,atau akan
dihukum mati. Salah satu contohnya adalah Galileo Galilei, salah
satuilmuwan besar Italia yang dihukum dengan dikucilkan sampai akhirnya
matikarena mempertahankan pendapat bahwa bumi beredar mengitari
matahari, beliaudianggap merusak iman, sementara Gereja beranggapan
Matahari yang beredar mengitari Bumi. Karena banyak ilmuwan yang berbeda
pendapat dan tidak mauminta maaf banyak ilmuwan yang dihukum mati,
sehingga pada masa tersebutkeilmuwan tidak berkembang, justru mengalami
kemunduran karna banyak ilmuwan yang mati.
Ketiga yaitu pada sekitar abad-XVII, era Renaissance atau pencerahan
kembali, dimana zaman Skolastik tersebut menimbulkan adanya kekuatan
secara berlebihan untuk menguasai dunia. Hal tersebut menimbulkan
gejolak Conselior oleh Marthin Luther King, sehingga akhirnya hak
memeluk
agama tidak lagi terkekang. Perlahan tapi pasti keilmuan mulai
berkembang lagidan hingga sekarang pada budaya barat antara urusan
kenegaraan dengan agamadipisah untuk menghindari terjadinya hal seperti
pada zaman skolastik yangsecara langsung menyebabkan matinya keilmuan.
Masyarakat kapitalis
Berikut ini adalah ciri-ciri dari masyarakat Kapitalis :
a. Individualisme
b. Laizzes Faire
Minim peran negara dengan tercapainya hal-hal di atas diharapkan akan
meningkatkan tingkatkreatifitas masyarakat sehingga akan tercapai
prestasi yang tinggi sehinggamasyarakatnya akan makin kompetitif. Contoh
tokoh di era Kapitalisme Klasik adalah John stuart Mill. Pada
eraKapitalisme Modern adalah John Maynard Keynes, yang pada saat itu
sedang booming tentang prinsip Welfare State, dimana tiap individu
berhak untuk mendapatkan standar hidup minimal dan pemerintah
bertanggungjawab untuk menyediakan lapangan kerja. Pada era tersebut
J.M.Keynes juga banyak dikritik oleh banyak pihak, antara lain:
1. New left: yaitu berorientasi pada negara berkembang yang menolak
alirankapitalis tapi juga tidak sependapat dengan aliran marxist.
2. New right: yaitu aliran yang ingin kembali pada kapitalisme klasik.
Yang biasa disebut juga dengan Neo-Konservatisme. Tokohnya antara
lainadalah Milton Friedman. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Deregulasi ekonomi
b. Dekonsentrasi pemerintah
c. Kebijakan pemerintah pusat kurang
d. Kebijakan pemerintah pusat bersifat kaku pada pelaksanaannya
didaerah.
e. Pengalihan fungsi-fungsi pemerintah ke swasta
f Kesangsian pada detente.
3. Neo-Marxist: pendukung pemikiran Marxist, yang terkenal dengan
teoriDependensi-nya.
Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel
tentang Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya bermanfaat untuk
anda.
Anda baru saja mencopy artikel di Blog
Menara Ilmu dengan judul
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya .Jika anda ingin menggandakan artikel ini, sertakan URL berikut sebagai sumber :
http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosiologi-ekonomi-dan.html
Ilmu Sosiologi Ekonomi
dan Perkembangannya
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya.
Ilmu Sosiologi Ekonomi oleh Max Weber dan Emile Durkheimdidefinisikan
sebagai fenomena ekonomi yang dilihat dari perspektif Sosiologi.Smelser
menambahkan tentang perspektif sosiologi dari interaksi
personal,kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial(
yang terdiri darisanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama
adalah nilai-nilai). Sosiologi Ekonomi mempelajari berbagai macam
kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi,
pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam
masyarakat. Yang fokus pada kegiatan Ekonomi, danmengenai hubungan
antara variable-variabel sosiologi yang terlibat dalam
konteksnon-Ekonomis. Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme
pasar-interaksi Ekonomi yang dilakukan oleh antar individu dan
masyarakat-sebenarnya berawaldari hubungan yang sederhana antara
individu dan masyarakat (interaksi sosial)dalam rangka mengatasi
kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Ekonomi tidak dapat
dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas Ekonomi selalu melekat
dalam sosialitas tempat kejadian Ekonomi itu berlangsung.
Meskipun sosiologi juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek
material bersama dengan Ekonomi namun sosiologi memiliki perangkat
danwilayah analisis yang berbeda dengan ilmu Ekonomi. Sosiologi berusaha
memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi
terhadapfakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun
variabel-variabel yangdapat dioperasionalisasikan dalam analisis.
Elemen-elemen observasinya beruparegularitas, orientasi sosial individu
dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi,norma-norma, dan
nilai-nilai..Jadi, pada Ekonomi Sosiologi fenomena-fenomena Ekonomi yang
adaakan dilihat dan dianalisa melalui perspektif sosiologi. Untuk
membandingkan antara Mainstream Ekonomi dengan Ekonomi Sosiologi dapat
dibedakan melalui:
1. Konsep pelaku,
2. Konsep tindakan Ekonomi,
3. Batasan-Batasan dalamTindakan Ekonomi,
4. Hubungan Ekonomi dengan Masyarakat,
5. TujuanAnalisa,
6. Model yang dipakai, dan
7. Kebiasaan-kebiasaan Intelektual.
Ilmu ekonomi sosiologi mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920dengan
tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, di
manatetap menggabungkan antara analisa ekonomi dengan analisa
hubungan-hubungansosial.Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli Ekonomi
Sosiologi Klasik antara lain:
1.Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi
jugamenentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang
diangkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus
bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith
atasteori Invisible Hand-nya.
2. Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan
tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain
The protestant ethic and the spirit of capitalism, dan Economy and
Society
3. Emile Durkheim(1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak
mengetahui tentang ilmu ekonomi, tidak banyak membuat tulisan dantidak
memberikan kontribusi yang banyak pada Sosiologi Ekonomi. Pada bukunya
The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada
Sosiologi Ekonomi, di mana pada buku tersebut disebutkan bahwa perubahan
struktur sosial sebagaimana perkembanganmasyarakat dari status yang
tidak dibedakan pada masa primodialismeuntuk sebuah langkah yang
dikarakteristikkan dengan pembagian tenagakerja yang kompleks pada dunia
yang modern.4.Goerg Simmel(1858-1918). Fokus pada analisa-analisa
ketertarikan.Biasanya menunjukkan fenomena ekonomi diantara yang lebih
luascakupannya.
Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain:
1.Joseph Schumpeter(1883-1950).
2.Karl Polanyi(1886-1964).
3.Talcott Parsons(1902-1979).Sejak masa penerapan ilmu Sosiologi Ekonomi
sebagai salah satu pilihan dalam menjelaskan perilaku masyarakat pada
umumnya, memberikan manfaat kepada ahli sosiologi pada praktiknya secara
luas, selain analisa ekonomi yang sesuai.
Perkembangan Keilmuan
Ada beberapa periode perkembangan keilmuan seiring berkembangnya
Sosiologi Ekonomi, yaitu :
Pertama, Yunani kuno
Kedua pada sekitar abad-XIVagama mengalami perkembangan yang sangat
pesat, namun yang terjadi dengankeilmuan justru sebaliknya, zaman ini
disebut zaman Skolastik. Skolastik disebut juga dengan zaman kegelapan,
di Eropa agama kristen mengalami perkembanganyang sangat pesat, pada
zaman ini kaum pemuka agama dianggap sebagai yangmengetahui segalanya,
sehingga jika ada yang bertentangan dengan Gereja makaharus minta maaf
dan tidak boleh mempertahankan anggapannya meskipun benar,atau akan
dihukum mati. Salah satu contohnya adalah Galileo Galilei, salah
satuilmuwan besar Italia yang dihukum dengan dikucilkan sampai akhirnya
matikarena mempertahankan pendapat bahwa bumi beredar mengitari
matahari, beliaudianggap merusak iman, sementara Gereja beranggapan
Matahari yang beredar mengitari Bumi. Karena banyak ilmuwan yang berbeda
pendapat dan tidak mauminta maaf banyak ilmuwan yang dihukum mati,
sehingga pada masa tersebutkeilmuwan tidak berkembang, justru mengalami
kemunduran karna banyak ilmuwan yang mati.
Ketiga yaitu pada sekitar abad-XVII, era Renaissance atau pencerahan
kembali, dimana zaman Skolastik tersebut menimbulkan adanya kekuatan
secara berlebihan untuk menguasai dunia. Hal tersebut menimbulkan
gejolak Conselior oleh Marthin Luther King, sehingga akhirnya hak
memeluk
agama tidak lagi terkekang. Perlahan tapi pasti keilmuan mulai
berkembang lagidan hingga sekarang pada budaya barat antara urusan
kenegaraan dengan agamadipisah untuk menghindari terjadinya hal seperti
pada zaman skolastik yangsecara langsung menyebabkan matinya keilmuan.
Masyarakat kapitalis
Berikut ini adalah ciri-ciri dari masyarakat Kapitalis :
a. Individualisme
b. Laizzes Faire
Minim peran negara dengan tercapainya hal-hal di atas diharapkan akan
meningkatkan tingkatkreatifitas masyarakat sehingga akan tercapai
prestasi yang tinggi sehinggamasyarakatnya akan makin kompetitif. Contoh
tokoh di era Kapitalisme Klasik adalah John stuart Mill. Pada
eraKapitalisme Modern adalah John Maynard Keynes, yang pada saat itu
sedang booming tentang prinsip Welfare State, dimana tiap individu
berhak untuk mendapatkan standar hidup minimal dan pemerintah
bertanggungjawab untuk menyediakan lapangan kerja. Pada era tersebut
J.M.Keynes juga banyak dikritik oleh banyak pihak, antara lain:
1. New left: yaitu berorientasi pada negara berkembang yang menolak
alirankapitalis tapi juga tidak sependapat dengan aliran marxist.
2. New right: yaitu aliran yang ingin kembali pada kapitalisme klasik.
Yang biasa disebut juga dengan Neo-Konservatisme. Tokohnya antara
lainadalah Milton Friedman. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Deregulasi ekonomi
b. Dekonsentrasi pemerintah
c. Kebijakan pemerintah pusat kurang
d. Kebijakan pemerintah pusat bersifat kaku pada pelaksanaannya
didaerah.
e. Pengalihan fungsi-fungsi pemerintah ke swasta
f Kesangsian pada detente.
3. Neo-Marxist: pendukung pemikiran Marxist, yang terkenal dengan
teoriDependensi-nya.
Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel
tentang Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya bermanfaat untuk
anda.
Anda baru saja mencopy artikel di Blog
Menara Ilmu dengan judul
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya .Jika anda ingin menggandakan artikel ini, sertakan URL berikut sebagai sumber :
http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosiologi-ekonomi-dan.html
Ilmu Sosiologi Ekonomi
dan Perkembangannya
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya.
Ilmu Sosiologi Ekonomi oleh Max Weber dan Emile Durkheimdidefinisikan
sebagai fenomena ekonomi yang dilihat dari perspektif Sosiologi.Smelser
menambahkan tentang perspektif sosiologi dari interaksi
personal,kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial(
yang terdiri darisanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama
adalah nilai-nilai). Sosiologi Ekonomi mempelajari berbagai macam
kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi,
pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam
masyarakat. Yang fokus pada kegiatan Ekonomi, danmengenai hubungan
antara variable-variabel sosiologi yang terlibat dalam
konteksnon-Ekonomis. Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme
pasar-interaksi Ekonomi yang dilakukan oleh antar individu dan
masyarakat-sebenarnya berawaldari hubungan yang sederhana antara
individu dan masyarakat (interaksi sosial)dalam rangka mengatasi
kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Ekonomi tidak dapat
dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas Ekonomi selalu melekat
dalam sosialitas tempat kejadian Ekonomi itu berlangsung.
Meskipun sosiologi juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek
material bersama dengan Ekonomi namun sosiologi memiliki perangkat
danwilayah analisis yang berbeda dengan ilmu Ekonomi. Sosiologi berusaha
memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi
terhadapfakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun
variabel-variabel yangdapat dioperasionalisasikan dalam analisis.
Elemen-elemen observasinya beruparegularitas, orientasi sosial individu
dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi,norma-norma, dan
nilai-nilai..Jadi, pada Ekonomi Sosiologi fenomena-fenomena Ekonomi yang
adaakan dilihat dan dianalisa melalui perspektif sosiologi. Untuk
membandingkan antara Mainstream Ekonomi dengan Ekonomi Sosiologi dapat
dibedakan melalui:
1. Konsep pelaku,
2. Konsep tindakan Ekonomi,
3. Batasan-Batasan dalamTindakan Ekonomi,
4. Hubungan Ekonomi dengan Masyarakat,
5. TujuanAnalisa,
6. Model yang dipakai, dan
7. Kebiasaan-kebiasaan Intelektual.
Ilmu ekonomi sosiologi mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920dengan
tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, di
manatetap menggabungkan antara analisa ekonomi dengan analisa
hubungan-hubungansosial.Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli Ekonomi
Sosiologi Klasik antara lain:
1.Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi
jugamenentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang
diangkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus
bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith
atasteori Invisible Hand-nya.
2. Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan
tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain
The protestant ethic and the spirit of capitalism, dan Economy and
Society
3. Emile Durkheim(1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak
mengetahui tentang ilmu ekonomi, tidak banyak membuat tulisan dantidak
memberikan kontribusi yang banyak pada Sosiologi Ekonomi. Pada bukunya
The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada
Sosiologi Ekonomi, di mana pada buku tersebut disebutkan bahwa perubahan
struktur sosial sebagaimana perkembanganmasyarakat dari status yang
tidak dibedakan pada masa primodialismeuntuk sebuah langkah yang
dikarakteristikkan dengan pembagian tenagakerja yang kompleks pada dunia
yang modern.4.Goerg Simmel(1858-1918). Fokus pada analisa-analisa
ketertarikan.Biasanya menunjukkan fenomena ekonomi diantara yang lebih
luascakupannya.
Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain:
1.Joseph Schumpeter(1883-1950).
2.Karl Polanyi(1886-1964).
3.Talcott Parsons(1902-1979).Sejak masa penerapan ilmu Sosiologi Ekonomi
sebagai salah satu pilihan dalam menjelaskan perilaku masyarakat pada
umumnya, memberikan manfaat kepada ahli sosiologi pada praktiknya secara
luas, selain analisa ekonomi yang sesuai.
Perkembangan Keilmuan
Ada beberapa periode perkembangan keilmuan seiring berkembangnya
Sosiologi Ekonomi, yaitu :
Pertama, Yunani kuno
Kedua pada sekitar abad-XIVagama mengalami perkembangan yang sangat
pesat, namun yang terjadi dengankeilmuan justru sebaliknya, zaman ini
disebut zaman Skolastik. Skolastik disebut juga dengan zaman kegelapan,
di Eropa agama kristen mengalami perkembanganyang sangat pesat, pada
zaman ini kaum pemuka agama dianggap sebagai yangmengetahui segalanya,
sehingga jika ada yang bertentangan dengan Gereja makaharus minta maaf
dan tidak boleh mempertahankan anggapannya meskipun benar,atau akan
dihukum mati. Salah satu contohnya adalah Galileo Galilei, salah
satuilmuwan besar Italia yang dihukum dengan dikucilkan sampai akhirnya
matikarena mempertahankan pendapat bahwa bumi beredar mengitari
matahari, beliaudianggap merusak iman, sementara Gereja beranggapan
Matahari yang beredar mengitari Bumi. Karena banyak ilmuwan yang berbeda
pendapat dan tidak mauminta maaf banyak ilmuwan yang dihukum mati,
sehingga pada masa tersebutkeilmuwan tidak berkembang, justru mengalami
kemunduran karna banyak ilmuwan yang mati.
Ketiga yaitu pada sekitar abad-XVII, era Renaissance atau pencerahan
kembali, dimana zaman Skolastik tersebut menimbulkan adanya kekuatan
secara berlebihan untuk menguasai dunia. Hal tersebut menimbulkan
gejolak Conselior oleh Marthin Luther King, sehingga akhirnya hak
memeluk
agama tidak lagi terkekang. Perlahan tapi pasti keilmuan mulai
berkembang lagidan hingga sekarang pada budaya barat antara urusan
kenegaraan dengan agamadipisah untuk menghindari terjadinya hal seperti
pada zaman skolastik yangsecara langsung menyebabkan matinya keilmuan.
Masyarakat kapitalis
Berikut ini adalah ciri-ciri dari masyarakat Kapitalis :
a. Individualisme
b. Laizzes Faire
Minim peran negara dengan tercapainya hal-hal di atas diharapkan akan
meningkatkan tingkatkreatifitas masyarakat sehingga akan tercapai
prestasi yang tinggi sehinggamasyarakatnya akan makin kompetitif. Contoh
tokoh di era Kapitalisme Klasik adalah John stuart Mill. Pada
eraKapitalisme Modern adalah John Maynard Keynes, yang pada saat itu
sedang booming tentang prinsip Welfare State, dimana tiap individu
berhak untuk mendapatkan standar hidup minimal dan pemerintah
bertanggungjawab untuk menyediakan lapangan kerja. Pada era tersebut
J.M.Keynes juga banyak dikritik oleh banyak pihak, antara lain:
1. New left: yaitu berorientasi pada negara berkembang yang menolak
alirankapitalis tapi juga tidak sependapat dengan aliran marxist.
2. New right: yaitu aliran yang ingin kembali pada kapitalisme klasik.
Yang biasa disebut juga dengan Neo-Konservatisme. Tokohnya antara
lainadalah Milton Friedman. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Deregulasi ekonomi
b. Dekonsentrasi pemerintah
c. Kebijakan pemerintah pusat kurang
d. Kebijakan pemerintah pusat bersifat kaku pada pelaksanaannya
didaerah.
e. Pengalihan fungsi-fungsi pemerintah ke swasta
f Kesangsian pada detente.
3. Neo-Marxist: pendukung pemikiran Marxist, yang terkenal dengan
teoriDependensi-nya.
Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel
tentang Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya bermanfaat untuk
anda.
Anda baru saja mencopy artikel di Blog
Menara Ilmu dengan judul
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya .Jika anda ingin menggandakan artikel ini, sertakan URL berikut sebagai sumber :
http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosiologi-ekonomi-dan.html
Ilmu Sosiologi Ekonomi
dan Perkembangannya
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya.
Ilmu Sosiologi Ekonomi oleh Max Weber dan Emile Durkheimdidefinisikan
sebagai fenomena ekonomi yang dilihat dari perspektif Sosiologi.Smelser
menambahkan tentang perspektif sosiologi dari interaksi
personal,kelompok, struktur sosial (kelembagaan), dan kontrol sosial(
yang terdiri darisanksi-sanksi, norma-norma, dan yang paling utama
adalah nilai-nilai). Sosiologi Ekonomi mempelajari berbagai macam
kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi,
pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam
masyarakat. Yang fokus pada kegiatan Ekonomi, danmengenai hubungan
antara variable-variabel sosiologi yang terlibat dalam
konteksnon-Ekonomis. Pola dan sistem yang berlaku dalam mekanisme
pasar-interaksi Ekonomi yang dilakukan oleh antar individu dan
masyarakat-sebenarnya berawaldari hubungan yang sederhana antara
individu dan masyarakat (interaksi sosial)dalam rangka mengatasi
kelangkaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, Ekonomi tidak dapat
dipisahkan dari aspek sosial. Bahkan aktivitas Ekonomi selalu melekat
dalam sosialitas tempat kejadian Ekonomi itu berlangsung.
Meskipun sosiologi juga menempatkan manusia dan masyarakat sebagai objek
material bersama dengan Ekonomi namun sosiologi memiliki perangkat
danwilayah analisis yang berbeda dengan ilmu Ekonomi. Sosiologi berusaha
memberikan kategorisasi, diferensiasi, simplifikasin dan generalisasi
terhadapfakta sosial yang diamati. Dengan demikian dapat disusun
variabel-variabel yangdapat dioperasionalisasikan dalam analisis.
Elemen-elemen observasinya beruparegularitas, orientasi sosial individu
dan kelompok, struktur sosial, sanksi-sanksi,norma-norma, dan
nilai-nilai..Jadi, pada Ekonomi Sosiologi fenomena-fenomena Ekonomi yang
adaakan dilihat dan dianalisa melalui perspektif sosiologi. Untuk
membandingkan antara Mainstream Ekonomi dengan Ekonomi Sosiologi dapat
dibedakan melalui:
1. Konsep pelaku,
2. Konsep tindakan Ekonomi,
3. Batasan-Batasan dalamTindakan Ekonomi,
4. Hubungan Ekonomi dengan Masyarakat,
5. TujuanAnalisa,
6. Model yang dipakai, dan
7. Kebiasaan-kebiasaan Intelektual.
Ilmu ekonomi sosiologi mencapai puncaknya pada tahun 1890-1920dengan
tokoh-tokoh klasik, dan juga pada awal 1980an hingga sekarang, di
manatetap menggabungkan antara analisa ekonomi dengan analisa
hubungan-hubungansosial.Berikut ini adalah beberapa tokoh ahli Ekonomi
Sosiologi Klasik antara lain:
1.Karl Marx(1818-1883). Beliau berpendapat daya tarik materi
jugamenentukan struktur dan proses dalam masyarakat. Poin utama yang
diangkat oleh Marx adalah tenaga kerja dan produksi, tiap orang harus
bekerja untuk bertahan hidup. Marx sering mengkritik Adam Smith
atasteori Invisible Hand-nya.
2. Max Weber(1864-1920). Beliau banyak sekali menghasilkan
tulisan-tulisan, seperti yang paling terkenal antara lain
The protestant ethic and the spirit of capitalism, dan Economy and
Society
3. Emile Durkheim(1858-1917). Tidak seperti Weber, Emile tidak banyak
mengetahui tentang ilmu ekonomi, tidak banyak membuat tulisan dantidak
memberikan kontribusi yang banyak pada Sosiologi Ekonomi. Pada bukunya
The Division of Labor in society yang memiliki banyak keterkaitan pada
Sosiologi Ekonomi, di mana pada buku tersebut disebutkan bahwa perubahan
struktur sosial sebagaimana perkembanganmasyarakat dari status yang
tidak dibedakan pada masa primodialismeuntuk sebuah langkah yang
dikarakteristikkan dengan pembagian tenagakerja yang kompleks pada dunia
yang modern.4.Goerg Simmel(1858-1918). Fokus pada analisa-analisa
ketertarikan.Biasanya menunjukkan fenomena ekonomi diantara yang lebih
luascakupannya.
Sementara tokoh-tokoh setelah era Klasik antara lain:
1.Joseph Schumpeter(1883-1950).
2.Karl Polanyi(1886-1964).
3.Talcott Parsons(1902-1979).Sejak masa penerapan ilmu Sosiologi Ekonomi
sebagai salah satu pilihan dalam menjelaskan perilaku masyarakat pada
umumnya, memberikan manfaat kepada ahli sosiologi pada praktiknya secara
luas, selain analisa ekonomi yang sesuai.
Perkembangan Keilmuan
Ada beberapa periode perkembangan keilmuan seiring berkembangnya
Sosiologi Ekonomi, yaitu :
Pertama, Yunani kuno
Kedua pada sekitar abad-XIVagama mengalami perkembangan yang sangat
pesat, namun yang terjadi dengankeilmuan justru sebaliknya, zaman ini
disebut zaman Skolastik. Skolastik disebut juga dengan zaman kegelapan,
di Eropa agama kristen mengalami perkembanganyang sangat pesat, pada
zaman ini kaum pemuka agama dianggap sebagai yangmengetahui segalanya,
sehingga jika ada yang bertentangan dengan Gereja makaharus minta maaf
dan tidak boleh mempertahankan anggapannya meskipun benar,atau akan
dihukum mati. Salah satu contohnya adalah Galileo Galilei, salah
satuilmuwan besar Italia yang dihukum dengan dikucilkan sampai akhirnya
matikarena mempertahankan pendapat bahwa bumi beredar mengitari
matahari, beliaudianggap merusak iman, sementara Gereja beranggapan
Matahari yang beredar mengitari Bumi. Karena banyak ilmuwan yang berbeda
pendapat dan tidak mauminta maaf banyak ilmuwan yang dihukum mati,
sehingga pada masa tersebutkeilmuwan tidak berkembang, justru mengalami
kemunduran karna banyak ilmuwan yang mati.
Ketiga yaitu pada sekitar abad-XVII, era Renaissance atau pencerahan
kembali, dimana zaman Skolastik tersebut menimbulkan adanya kekuatan
secara berlebihan untuk menguasai dunia. Hal tersebut menimbulkan
gejolak Conselior oleh Marthin Luther King, sehingga akhirnya hak
memeluk
agama tidak lagi terkekang. Perlahan tapi pasti keilmuan mulai
berkembang lagidan hingga sekarang pada budaya barat antara urusan
kenegaraan dengan agamadipisah untuk menghindari terjadinya hal seperti
pada zaman skolastik yangsecara langsung menyebabkan matinya keilmuan.
Masyarakat kapitalis
Berikut ini adalah ciri-ciri dari masyarakat Kapitalis :
a. Individualisme
b. Laizzes Faire
Minim peran negara dengan tercapainya hal-hal di atas diharapkan akan
meningkatkan tingkatkreatifitas masyarakat sehingga akan tercapai
prestasi yang tinggi sehinggamasyarakatnya akan makin kompetitif. Contoh
tokoh di era Kapitalisme Klasik adalah John stuart Mill. Pada
eraKapitalisme Modern adalah John Maynard Keynes, yang pada saat itu
sedang booming tentang prinsip Welfare State, dimana tiap individu
berhak untuk mendapatkan standar hidup minimal dan pemerintah
bertanggungjawab untuk menyediakan lapangan kerja. Pada era tersebut
J.M.Keynes juga banyak dikritik oleh banyak pihak, antara lain:
1. New left: yaitu berorientasi pada negara berkembang yang menolak
alirankapitalis tapi juga tidak sependapat dengan aliran marxist.
2. New right: yaitu aliran yang ingin kembali pada kapitalisme klasik.
Yang biasa disebut juga dengan Neo-Konservatisme. Tokohnya antara
lainadalah Milton Friedman. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Deregulasi ekonomi
b. Dekonsentrasi pemerintah
c. Kebijakan pemerintah pusat kurang
d. Kebijakan pemerintah pusat bersifat kaku pada pelaksanaannya
didaerah.
e. Pengalihan fungsi-fungsi pemerintah ke swasta
f Kesangsian pada detente.
3. Neo-Marxist: pendukung pemikiran Marxist, yang terkenal dengan
teoriDependensi-nya.
Terima kasih atas kunjungannya di blog "Menara Ilmu" semoga artikel
tentang Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya bermanfaat untuk
anda.
Anda baru saja mencopy artikel di Blog
Menara Ilmu dengan judul
Ilmu Sosiologi Ekonomi dan Perkembangannya .Jika anda ingin menggandakan artikel ini, sertakan URL berikut sebagai sumber :
http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosiologi-ekonomi-dan.html