BAB 1
PENDAHULUAN
A.
latar
belakang
Globalisasi
adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar di telinga kita.
Karena globalisasi adalah salah satu faktor yang utama yang menyebabkan
perubahan sosial yang ada di indonesia dan dunia pada umumnya. Pengaruh dari
akibat globalisasi itu sendiri di antaranya adalah pergeseran nilai-nilai
kebangsaan ketimuran yang kini telah termakan atau terpengaruh oleh kebudayaan
barat yang di dukung oleh makin majunya teknologi.
M.
Dawam Rahardjo (2000) menyebutkan pada fenomena globalisasi ini, adanya
perubahan hubungan sosial dalam masyarakat. Jika pada tempo dulu relasi sosial
banyak dipengaruhi oleh keluarga, kekerabatan, hubungan darah, dan lain
sebagainya yang dikategorikan Dawam sebagai relasi sosial tradisional. Pada era
globalisasi ini, semua relasi sosial itu diambil alih oleh adanya persamaan
pekerjaan, profesi, minat, bakat, hobi, dan lain sebagainya yang tidak memiliki
ikatan sebagaimana ikatan tradisional di awal. Resultan dari relasi sosial ini
menghasilkan sebuah kelas sosial baru, yaitu kelas sosial menengah yang banyak dicirikan
oleh masyarakat profesional.
Kelompok-kelompok
atau organisasi yang bersifat kedaerahan, kekeluargaan, paguyuban, pada era
globalisasi ini berganti menjadi model persatuan yang sangat berbeda.
Persatuan-persatuan dewasa ini lebih bercirikan kepada adanya persamaan
profesi, hobi, bakat dan lain sebagainya. Maka tak jarang kita jumpai
jenis-jenis persatuan, ikatan, atau perhimpunan seperti Ikatan Dokter Indonesia
(IDI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan ikatan-ikatan lainnya yang
sejenis.
Sedangkan
masyarakat desa, dengan karakter sosiologis yang tradisional, dengan frame
kekerabatan, kedaerahan, dan minus penguasaan teknologi, cepat atau lambat,
tentu akan membuat mereka sebagai komunitas kota yang terpinggirkan dan
terasing secara sosial. Dari sinilah awal bermunculannya angka pengaruh yang
terjadi di kota besar.
Maka
karena hal itulah, kami mencoba untuk menjelaskan dari mulai makna globalisasi,
manfaat yang dirasakan oleh masyarakat karena faktor globalisasi, serta
perubahan sosial yang terjadi karena faktor globalisasi itu sendiri.
B.
Rumusan
Masalah
1. apa
pengertian dari globalisasi dan perubahan sosial ?
2. Apa
saja ciri terjadinya globalisasi ?
3. Apa
saja perubahan sosial yang terjadi karena faktor globalisasi ?
4. Bagaimana
proses perubahan sosial terjadi di masyarakat ?
5. Dampak
yang dirasakan masyarakat karena globalisasi ?
C.
Tujuan
1.
Menjelaskan
pengertian Globalisasi.
2.
Menjelaskan
perubahan sosial akibat globalisasi.
3.
Menjelaskan
ciri Globalisasi
4.
Menjelaskan
dampak dari Globalisasi .
5.
Menyimpulkan
isi dari kerangka Globalisasi .
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Globalisasi
Menurut
asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang
maknanya ialah universal. Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu
(benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa
dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali
sekedar definisi kerja (working definition), Ada yang memandangnya sebagai
suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa
seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan
satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan
batas-batas geografis, ekonomis budaya masyarakat
Di
sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh
negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif
atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah
kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya
praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak
berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh
besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang
lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama
kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Scholte
melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
1. Internasionalisasi: Globalisasi
diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalahal ini masing-masing
negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin
tergantung satu sama lain.
2. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan
dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor
impor, lalu lintas devisa maupun migrasi.
3. Universalisasi: Globalisasi juga
digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke
seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh
dunia.
4. Westernisasi: Westernisasi adalah salah
satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya
dari barat sehingga mengglobal.
5. Hubungan transplanetari dan
suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas.
Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status
ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi
sendi, bukan gabungan negara-negara.
B.
Perubahan sosial
Perubahan
social adalah proses social yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua
unsure-unsur budaya dan sistem-sistem social, di mana semua tingkat kehidupan
masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsure-unsur eksternal
meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem social lama kemudian
menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem
sosial yang baru.
C.
Ciri
– Ciri Globalisasi
Berikut
ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia.
1. Perubahan dalam Konstantin ruang dan
waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit,
dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya,
sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan
banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.
Pasar dan produksi ekonomi di
negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari
pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan
multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3.
Peningkatan interaksi kultural melalui
perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita
dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami
gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam
budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya
pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan
lain-lain.
Kennedy
dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa pada globalisme,
sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan
bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian
dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan
selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta
kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan
globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
D.
Sejarajh
Globalisasi
Banyak sejarawan yang menyebut
globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan
bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam
hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila
ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal
perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang
dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat
(seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang. Fenomena
berkembangnya perusahaan McDonald di seluluh peloksok dunia telah terjadi
Globalisasi.
Fase selanjutnya ditandai dengan
dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk
jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam,
Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia,
dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan
nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab
ke warga dunia
Fase selanjutnya ditandai dengan
eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis,
Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung
pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan
antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar
perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu,
berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap
difusi kebudayaan di dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya,
sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai
cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari
Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan
multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan
mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia
runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah
jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara
di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula
dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi
E.
Globalisasi
Perekonomian
Globalisasi
perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana
negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin
terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi
perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap
arus modal, barang dan jasa.
Ketika
globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan
keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan
semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar
produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya
juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Menurut
Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi
dalam bentuk-bentuk berikut:
1.
Globalisasi produksi, di mana perusahaan
berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menjadi
lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea
masuk yang murah, infrastruktur yang memadai atau pun karena iklim usaha dan
politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufakturglobal. Kehadiran
tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja.
2.
Globalisasi pembiayaan. Perusahaan
global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik
dalam bentuk portofolio atau pun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai
contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa
Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan
dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
3.
Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan
global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya,
seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah
memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari
negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah
dan bebas.
4.
Globalisasi jaringan informasi.
Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari
negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui:
TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah
membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama.
Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar
dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota
ataupun di desa- menuju pada selera global.
5.
Globalisasi Perdagangan. Hal ini
terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan
berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan
menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
F.
Dampak
Positif Globalisasi Ekonomi
Adapun
dampak positif dari globalisasi yaitu :
1. Produksi
global dapat ditingkatkan
Pandangan
ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan
dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh
keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang
meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.
2. Meningkatkan
kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan
yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih
banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan
barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang
lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
3. Meluaskan
pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan
luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang
jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
4. Dapat
memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal
dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara
berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga
terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.
5. Menyediakan
dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan
sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh
perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh
perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal
dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara
maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu
menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.
G.
Dampak
Negatif Globalisasi Ekonomi
Terdapat
beberapa dampak negatif globalisasi yaitu :
1. Menghambat
pertumbuhan sektor industri
Salah
satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri
yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak
dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada
industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan
luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang
untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu,
ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional
semakin meningkat.
2. Memperburuk
neraca pembayaran
Globalisasi
cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak
mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk
kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca
pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung
mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran
pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat.
Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
3. Sektor
keuangan semakin tidak stabil
Salah
satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal)
portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana
luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan
mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah
baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam
negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi
bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor
keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi
secara keseluruhan.
4. Memperburuk
prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila
hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka
pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang
pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi.
Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan
masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada
akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan
ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin
tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.
H.
Dampak
positif globalisasi terhadap perubahan social
Ada beberapa dampak positif globalisasi
terhadap perubahan sosial yamg diantaranya :
1. Perubahan
Tata Nilai dan Sikap
Adanya
modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap
masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
2. Tingkat
Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya
industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih
merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat.
3. .
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah
dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
I.
Dampak
negatif globalisasi terhadap perubahan sosial
Dampak negatif globalisasi terhadap
perubahan sosial adalah sebagai berikut :
1. Pola
Hidup Konsumtif
Perkembangan
industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah.
Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak
pilihan yang ada.
2. Sikap
Individualistik
Masyarakat
merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi
membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka
adalah makhluk sosial.
3. Gaya
Hidup Kebarat-baratan
Tidak
semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang
mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua,
kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
4. Kesenjangan
Sosial
Apabila
dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat
mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah
antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan
kesenjangan sosial.
J.
Aspek-aspek
perubahan social
Hal-hal penting dalam perubahan social
menyangkut aspek-aspek sebagai berikut, yaitu :
1. perubahan
pola pikir
perubahan
pola pikir dan sikap masyarakat menyangkut persoalan sikap masyarakat terhadap
berbagai persoalan social dan budaya yang ada di sekitarnya.
Contoh, konsep pola pikir lama beranggapan bahwa pekerjaan terdiri dari sector
formal (pegawai negri) dan sector informal. Namun untuk pemikiran sekarang
sector formal diartikan sebagai sector yang menghasilkan pendapatan maximal.
2. Perubahan
perilaku masyarakat
Perubahan
perilaku masyarakat menyangkut persoalan perubahan sistem-sistem social, dimana
masyarakat meninggalkan sistem social lama dan menjalankan sistem sosial baru. Contoh,
pada sistem kinerja lama pengukuran kinerja hanya dilihat pada aspek output
tanpa dilihat pada aspek proses. Namun pada sistem yang baru, output dan proses
menjadi hal yang diutamakan yaitu dengan menggunakan standar sertifikasi BAN-PT
pada perguruan tinggi dan sertifikas ISO pada lembaga-lembaga umum termasuk
perguruan tinggi.
3. Perubahan
budaya materi
Perubahan
budaya materi menyangkut perubahan artefak budaya yang digunakan oleh
masyarakat, seperti model pakaian, karya potografi, karya film, teknologi, dan
perubahan zaman.
K.
Tahapan
transisi perubahan social
1. Fase
Primitive
manusia
hidup secara terisolir dan berpindah-pindah disesuaikan dengan lingkungan alam
dan sumber makanan yang tersedia serta manusia pada saat itu hidup dalam
kelompok-kelompok kecil.
2. Fase
agrokultural
Ketika
lingkungan alam mulai tidak lagi mampu member dukungan terhadap manusia, maka
pilihan budayanya adalah bercocok tanam dan memanin hasil pertanian itu serta
berburu.
3. Fase
tradisional
Masyarakat
mulai menetap di suatu tempat yang dianggap strategis seperti di pinggir
sungai, di pantai, di lereng bukit, dan didataran rendah. Pada fase ini sudah
mulai mengenal kata “desa”.
4. Fase
transisi
Kehidupan
desa sudah sangat maju, isolasi kehidupan sudah mulai tidak ditemukan lagi.
Penggunaan media informasi sudah mulai meratapola pikir masyarakat masih
tradisional, namun perilaku masyarakat sudah terlihat individualis.
5. Fase
modern
Kehidupan
masyarakat sudah cosmopolitan dengan kehidupan individual yang sangat menonjol,
profesionalisme di segala bidang, sekularisme menjadi sangat dominan daalam
segi religi dan control social masyarakat serta sistem kekerabatan mulai
diabaikan.
6. Fase postmodern
Masyarakat
memiliki kelebihan-kelebihan tertentu dalam menciptaklan pola sikap dan
perilaku serta pandangan terhadap diri dan lingkungan social.
.
Sifat-sifat yang menonjol dalam masyarakat postmodern adalah :
Ø Memiliki
pola hidup nomaden (berpindah-pindah), biasanya karena kesibukan masyarakat
dalam usaha bisnis sehingga mereka memiliki rumah dimana-mana.
Ø Hidup
yang demkratis dan ekspresi dari kebebasan pribadi orang-orang cosmopolitan
Ø Lebih
suka menghargai privasi.
Ø Cendrung
melakukan gerakan back to nature.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Globalisasi adalah
suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap
individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Sedangkan Perubahan social
adalah proses social yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua
unsure-unsur budaya dan sistem-sistem social, di mana semua tingkat kehidupan
masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsure-unsur eksternal
meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem social lama kemudian
menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem
social yang baru.
Perubahan social yang
terjadi karena globalisasi yaitu dalam segi hubungan internasional berupa kerja
sama ekonomi maupun tali persaudaraan antar bangsa, pikiran dan budaya barat
yang mulai mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat dunia khususnya Indonesia,
persaingan sector ekonomi.
Perubahan social dalam
kehidupan masyarakat di tandai dengan cirri-ciri globalisasi yaitu perkembangan
alat teknologi yang semakin canggih, pertumbuhan perdagangan internasional, dan
meningkatnya masalah bersama seperti bidang lingkungan hidup.
Globalisasi disebut juga
zaman transformasi global. Dimana secara garis besar mempengaruhi perubahan
pada masyarakat terutama masyarakat indonesia yang berupa dampak positif dan
dampak negative.
Dampak positif :
1. Perubahan
tata nilai dan sikap
2. Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan tekhnologi
3. Tingkat
kehidupan yang lebih baik.
Dampak
negatif
1. Pola
hidup konsumtif
2. Sikap
individualistic
3. Gaya
hidup yang kebarat-baratan
4. Kesenjangan
sosial
DAFTAR
PUSTAKA
Soekanto,soejono2006,sosiologi
sosiologi suatu pengantar,:rajawali pers
Burhan, H.M, 2009,
SOSIOLOGI KOMUNIKASI, Jakarta : Kencana
Sztompka Piotr, 2008, Sosiologi Perubahan Sosial, Jakarta : Prenada
id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
en.akparmedan.ac.id/articles243-PENDIDIKAN-DI-ERA-GLOBALI...
mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html
arisudev.wordpress.com/.../pengertian-dan-pentingnya-globalisasi