KATA PENGANTAR
Segala puji bagi allah SWT yang maha mulia lagi maha
penyayang yang merubah siang menjadi
malam dan malam menjadi siang sebagai peringatan bagi mereka yang tajam
pandangan dan pendengaranya, yang menyadarkan pada orang-orang yang di pilihnya,
Muhammad SAW.juga kepada nabi- nabi yang lain keluarga dan para sahabat serta
para pengikut beliau.
Alhamdulilah kami
sebagai subyek pada program ini,. Dan pada saaat ini sebagai rasa tanggung
jawab kami secara simepl dan sederhana, kami menguraikan tentang hal yang
berkaitan dengan aktifitas penelitian, walaupun masih banyak kekurangan dan
jauh dari kriteria sempurna.
Atas selesainya
laporan penelitian ini, kami mengucapkan puji syukur kepada allah SWT. Dan kami
mengucapkan terima kasih pula kepada teman-teman yang berkenan membantu dan
mendukung proses pembuatan laporan ini, kami menyadari bahwa laporan penelitian
ini masih jauh dari kriteria sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah
semata, dan kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, hanya
kepadanya kami berserah diri, dialah yang maha mencukupi dan baik-baik yang di
serahi. Semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua
khususnya bagi siswa-siswi yang belum mengetahui salah satunya. Semoga dengan
di adakan laporan ini kepada Bapak dan Ibu guru agar lebih menjalankan tugas
dan amanatnya serta lebih mengutamakn para murid-muridnya.
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Hal yang
melatar belakangi kami melakukan kegiatan penelitian di lingkungan pondok
pesantren dan sekitarnya adalah kami ingin mendapatkan pengalaman, pengetahuan
dan wawasan yang lebih luas tentang keadaan maupun segala sesuatu yang dapat
menambah wawasan kami, dengan diadakannya penelitian, kami sebagai siswa dapat
secara langsung melihat dan mengambil pengalaman dan pengetahuan yang terdapat di
pondok pesantren, tempat yang akan kami teliti guna mengadakan penelitian.
Dengan diadakannya
penilitian ini, maka sistem pembelajaran atau belajar mengajar di MA Fathul
Hidayah maupun sekolah lain yang mengadakan
penelitian tidak menoton dengan sistem belajar mengajar di dalam kelas
saja, akan tetapi para siswa dapat langsung terjun ke lapangan dan siswa bisa
belajar secara aktif.
Adapun lembaga yang akan kami teliti adalah:
a.
Lembaga
pendidikan
Kami memilih
lembaga tersebut atas dasar rasa ingin tahu kami tentng lembaga pendidikan yang
ada di pondok pesantren yang dapat kami
jadikan tambahan ilmu dan wawasan dengan harapan kami bisa mengetehui keadaan lembaga pendidikan serta pengalaman, pengetehuan yang dapat kami
petik dan kami amalkan dalam kehidupan sehari-hari
II. RUMUSAN MASALAH
2.I. LEMBAGA PENDIDIKAN
a)
Bagaimana
perkembangan lembaga pendidikan yang ada di dalam pondok pesantren?
b) Bagaimana
peran lembaga pendidikan di dalam pondok pesantren?
c) Apakah
fungsi lembaga pendidikan didalam pondok pesantren?
III. TUJUAN PENULISAN LAPORAN
Perkenaan dengan
hasil perumusan masalah diatas maka tujuan pembuatan laporan kegiatan ini
adalah untuk 3.2. 3.1 Tujuan umum
Laporan penelitian ini disusun
dengan tujuan untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh guru mata pelajaran
sosiologi terpadu pada pelajaran sehari-hari.
3.1. Tujuan kusus
a)
Untuk mengetahui perkembangan tentang
lembaga pendidikan yang ada di dalam pondok pesantren
b)
Untuk mengetahui pola pendidikan yang
ada di dalam pondok pesantren
IV. MANFAAT PENELITIAN
1)
Siswa dapat mengetahui lebih jauh
tentang lembaga pendidikan
2)
Siswa dapat menambah pengalaman tentang
bembuatan hasil penelitian
3)
Dapat menambah kekereaktifan siswa dalam
hal pembuatan laporan penelitian
BAB II
DATA HASIL PENELITIAN
a) Menurut M.J.
Langeveld pendidikan adalah memberi pertolongan secara sadar dan segaja kepada
seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju kearah kedewasaan
dalam arti dapat berdiri dan bertanggung jawab susila atas segala
tindakan-tindakannya menurut pilihannya sendiri.
b) Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa pendidikan berarti daya
upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter),
fikiran (intellect) dan tumbuh anak yang antara satu dan lainnya saling
berhubungan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan
penghidupan anak-anak yang kita didik selaras.
c) JOHN Dewey mewakili
aliran filsafat pendidikan modern merumuskan Education is all one growing; it
has no end beyond it self, pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan
dengan pertumbuhan, pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik
dirinya. Dalam proses pertumbuhan ini anak mengembangkan diri ketingkat yang
makin sempurna atau life long Education, dalam artian pendidikan berlangsung
selama hidup. Pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental dalam
kehidupan manusia untuk mengatarkan anak manusia kedunia peradaban. Juga
merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, supaya anak
mengenali jati dirinya yang unik, mampu bertahan memiliki dan melanjutkan atau
mengembangkan warisan sosial generasi terdahulu, untuk kemudian dibangun lewat
akal budi dan pengalaman (Kartono,
d)
Farid Afri Nur Mansyah mengemukakan bahwa Pesantren atau pondok pesantren
merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional tertua di Indonesia. Pesantren
adalah lembaga yang bisa dikatakan merupakan wujud proses wajar perkembangan
sistem pendidikan nasional. Karena, sebelum datangnya Islam ke Indonesia pun
lembaga serupa pesantren ini sudah ada di Indonesia dan Islam tinggal
meneruskan, melestarikan dan mengislamkannya. Jadi pesantren merupakan hasil
penyerapan akulturasi kebudayaan Hindu-Budha dan kebudayaan Islam kemudian
menjelma menjadi suatu lembaga yang kita kenal sebagai pesantren sekarang ini.
Akar-akar
historis keberadaan pesantren di Indonesia dapat di lacak jauh ke belakang,
yaitu pada masa-masa awal datangnya Islam di bumi Nusantara ini dan tidak
diragukan lagi pesantren intens terlibat dalam proses islamisasi tersebut.
Sementara proses islamisasi itu, pesantren dengan canggihnya telah melakukan
akomodasi dan transformasi sosio-kultural terhadap pola kehidupan masyarakat
setempat. Oleh karena itu, dalam prespektif historis, lahirnya pesantren bukan
sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya pendidikan, tetapi juga untuk
penyiaran agama Islam. Menurut M. Dawam Raharjo, hal itu menjadi identitas
pesantren pada awal pertumbuhannya, yaitu sebagai pusat penyebaran agama Islam,
disamping sebagai sebuah lembaga pendidikan.
Pesantren
merupakan sistem pendidikan tertua khas Indonesia. Ia merupakan sumber
inspirasi yang tidak pernah kering bagi para pencita ilmu dan peneliti yang
berupaya mengurai anatominya dari berbagai demensi. Dari kawahnya, sebagai
obyek studi telah lahir doktor-doktor dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari
antropologi, sosiologi, pendidikan, politik, agama dan lain sebagainya.
Sehingga kita melihat pesantren sebagai sistem pendidikan Islam di negeri ini
yang kontribusinya tidak kecil bagi pembangunan manusia seutuhnya.
Sistem
pendidikan di pesantren mengadopsi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
Keadaan ini menurut Abdurrahman Wahid disebut dengan istilah subkultur. Ada tiga elemen yang mampu
membentuk pesantren sebagai subkultur :
1) Pola
kepemimpinan pesantern yang mandiri, tidak terkooptasi oleh negara.
2) Kitab-kitab
rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad.
3) Sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas.
Tiga elemen ini menjadi ciri yang menonjol dalam perkembangan pendidikan di
pesantren. Pesantren baru mengkin bermunculan dengan tidak menghilangkan tiga
elemen itu, kendati juga membawa elemen-elemen lainnya yang merupakan satu
kesatuan dalam sistem pendidikannya.
Secara
esensial, sistem pendidikan pesantern yang dianggap khas ternyata bukan
sesuatu yang baru jika dibandingkan sistem pendidikan sebelumnya. I.P.
Simanjutak menegaskan bahwa masuknya Islam tidak mengubah hakikat
pengajaran agama yang formil. Perubahan yang terjadi sejak pengembangan Islam
hanyalah menyangkut isi agama yang dipelajari, bahasa yang menjadi wahana bagi
pelajaran agama itu, dan latar belakang para santri. Dengan demikian, sistem
pendidikan yang dikembangkan pesantren dalam banyak hal merupakan hasil adaptasi
dari poal-pola pendidikan yang telah ada dikalangan masyarakat Hindu-Budha
sebelumnya. Jika ini benar, ada relevansinya dengan statement bahwa pesantren
mendapat pengaruh dari tradisi lokal.
Model
pendidikan agama jawa yang diadaptasi itu disebut pariwayatan, berbentuk asrama
dengan rumah guru yang disebut Kiajar ditengah-tengahnya. Sistem pendidikan ini
diambil dengan mengganti nilai ajarannya menjadi nilai ajaran Islam.
Pengambilan model meniru dan mengganti ini juga terjadi dalam sistem
pewayangan.
Proses
adaptasi sistem pendidikan itulah yang menguatkan penilaian selama ini bahwa
pendidikan pesantren disebut sisten pendidikan produk Indonesia.
Nurcholish Madjid menyebut dengan istilah indegenous (pendidikan
asli Indonesia). Sistem pendidikan asli Indonesia ini pernah menganut dan
memiliki daya tawar yang tinggi sebagai antitesis terhadap sistem pendidikan
Belanda. Karel A. Streenbrink mengungkapkan bahwa pada 1930-an, sistem
pesantren yang sering disebut sistem pendidikan asli indonesia dapat menyaingi
pendidikan Barat yang materialis dan bertujuan mempersiapkan tenaga untuk
fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat dan untuk mencari uang
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
A.
Perkembangan
lembaga pendidikan yang ada di pondok pesantren.
Secara umum
banyak orang berpendapat bahwa pondok pesantren adalah tempat untuk menuntut
ilmu agama, namun kenyataanya sekarang pesantren tidak hanya untuk menuntut
ilmu agama saja tapi juga tempat untuk mengenyam pendidikan formal. Karena
manusia tidak hanya cukup dengan menuntut ilmu agama untuk dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari dimasa depan, sebab dalam menjalani kehidupan di masa
mendatang manusia pasti membutuhkan suatu pekejaan misalnya, yang didasari
dengan pendidikan.
Lembaga pendidikan kini tidak lagi
tertinggal dikalangan pesantren, bahkan pendidikan formal lebih berkembang di
dalam pesantren dengan program-program,
fasilitas-fasilitas dan pola pengajaran yang modern yang tidak membosankan bagi
siswa, dulu pola pengajaran yang hanya diterangkan oleh guru dan siswa
mendengarkan itu hanya akan membuat sisiwa merasa jenuh dan tidak semangat
untuk terus melanjutkan belajarnya.kini lembaga pendidikan telah memberikan
solusi yang tepat yang mampu menambah semangat belajar siswa.seperti adanya lab
computer yang di lengkapi dengan adanya LCD, fasilitas tersebut tidak akan
membuat sisiwa jenuh, bahkan siswa akan merasakan belajar dengan sungguh dan
dengan melihat langsung gambaran –gambaran teori yang ditampilkan di layar LCD.
B.
Peran Lembaga Penidikan
Di Dalam Pondok Pesantren.
Pondok
Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan
Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan
catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai
sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama
Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard
M. Federspiel- salah seorang
pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di
Aceh dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah
menarik santri untuk belajar.
Peranan
pendidikan dalam kehidupan di pesanten sangat penting. Menurut UU No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Demikian pentingnya peranan pendidikan, maka dalam UUD 1945 diamanatkan bahwa
tiap-tiap warga negara berhak untuk mendapat pendidikan, pengajaran dan
pemerintah mengusahakan untuk menyelenggarakan suatu system pendidikan nasional
yang pelaksanaannya diatur dalam undang-undang. Perguruan tinggi sebagai salah
satu instrumen pendidikan nasional diharapkan dapat menjadi pusat penyelenggaraan
dan pengembangan pendidikan tinggi serta pemeliharaan, pembinaan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian sebagai suatu
masyarakat ilmiah yang dapat meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang
tercantum dalam Undang- Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (SISDIKNAS), penyelenggara pendidikan tinggi nasional yang berlaku di
Indonesia dilakukan oleh pemerintah melalui Perguruan Tinggi Negeri (PTN),
Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), Perguruan Tinggi Agama (PTA), maupun swasta
melalui Perguruan Tinggi Swasta (PTS)
C.
Fungsi Lembaga
Pendidikan Di Dalam Pondok Pesantren
Pada zaman globalisasi sekarang ini banyak orang yang menganggap
bahwapendidikan itu adalah suatu hal yang sangat penting. Melalui pendidikan
yang dimiliki oleh seseorang, ia dapat memperoleh hal positif dalam
prosesmengembangkan kehidupannya kearah yang lebih baik. Oleh karena itulah
banyakpula hal positif yang di peroleh dalam berbagai bidang dengan adanya
suatulembaga pendidikan. Di antaranya adalah sebagai berikut :
Bidang Ekonomi : Dengan adanya Lembaga
pendidikan maka individu dapatmelakukan suatu perbaikan ekonomi kehidupannya
dan tentunya bermanfaatuntuk keluarganya dan masyarakat. Melalui pendidikan
seseorang dapatmemperbaiki kehidupannya dari aspek financial atau pendapatan
yang diterima sesuai dengan tingkat strata yang ia miliki.
Bidang Sosial : Pentingnya lembaga pendidikan dalam bidang ini adalah dapat mengahasilkan output yang
memiliki tingkat intelektual yang baik setidaknya dapa t mengontribusikan dirinya kepad masyarakat,
menjaga hubungan yang baik antar manusia, dan ikut berperan dalam peradaban masyarakat dengan mengembangkan potens i yang ada.
Bidang Politik : Seorang yang berpendidikan
tentu paham dengan
hak dankewajibannya sebagai Warga Negara yang
baik, melalui berbagai upaya yangdilakukan demi meningkatkan martabat
bangsa dan Negara. Lalu ikutberpartisipasi dalam kegiatan politik untuk
menjalankan suatu negara yangdemokratis dan berupaya untuk mengambil peran yang
penting di dalamnya.
Bidang Kultur : Dengan adanya lembaga
pendidikan setidaknya dapatmenjaga nilai-nilai baik di masyarakat dan dapat
mengembangkan potensiatau nilai-nilai itu untuk membentuk suatu peradaban
kearah yang lebih baik.
Bidang Pendidikan : Pendidikan merupakan
proses transformasi ilmupengetahuan dan teknologi serta budaya, lalu mampu
mengembangkannyadan setidaknya dapat memberikan suatu pelayanan kepada
masyarakatdalam bidang tertentu. Transformasi ini maksudnya adalah pendidikan
dapatmembuat seseorang dapat hidup dengan ilmu yang ia miliki. Karena
denganilmu kita harus dapat memiliki nilai guna dimanapun, kapanpun,
danbagaimanapun keadaanya.
BAB
IV
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Setelah penelitian yang penulis lakukan, maka secara garis besar
dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pendidikan di Asrama Pelajar Pesantren masih
menganut sistem pendidikan salaf, dengan metode pendidikan yang
merupakan perpaduan antara sistem pendidikan tradisional sebagaimana umumnya
pendidikan di Pondok Pesantren, dengan
sistem pendidikan modern yang berkembang di dunia pendidikan
sekarang ini walaupun tidak sepenuhnya, hal ini dapat dilihat dari sudah terorganisirnya
lembaga pendidikan di Asrama Pelajar di Pesantren, dan pengelompokan santri
dalam belajar.
B.
Saran
1. Kepada para santri hendaknya senantiasa mentaati semua peraturan
yang ada dan telah ditetapkan oleh pengurus Pondok, dan hendaknya santri membiasakan
atau melatih diri untuk selalu mengamalkan ilmu yang diperoleh pada diri
sendiri, keluarga, dan masyarakat, dengan begitu akan terbentuk suatu
kepribadian yang luhur.
2. Kebijakan Asrama Pelajar Pesantren Darut Tauhid Bangil yang dilaksanakan
oleh santri sudah cukup baik, namun lebih dinamis lagi apabila kebijakan Pondok
Pesantren tersebut dikembangkan lagi dengan adanya komunikasi dengan orang tua
atau wali santri, agar orang tua dapat mengetahui sejauh mana kemampuan atau
prestasi santri dalam menyerap ilmu pengetahuan di Pondok Pesantren. Hal ini
dapat memacu santri untuk lebih giat dalam melaksanakan berbagi kegiatan di
Pondok Pesantren tanpa merasa terpaksa.