Nak, Jangan Nakal ya..
Anak saya nakal sekali...
Hati-hati di Sekolah.. jangan Nakal..
dst..
Mungkin
ucapan-ucapan itu terasa wajar dan sering diucapkan oleh orang tua
kepada anaknya terutama saat anak-anaknya berperilaku tidak sesuai
dengan harapan dan kewajaran.
Namun pernahkan kita berfikir dan mendalami tentang efek / akibat dari ucapan tersebut?
Nakal?
Bandel?
Kalau
diartikan adalah sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau
aturan yang ada, kecenderungan terhadap perilaku negatif.
Pada saat
anak-anak mendengarkan kata-kata tersebut, apalagi sering, yang akan
diingat adalah kata-kata Nakal, sehingga itu akan mempengaruhi terhadap
emosi dan juga kejiwaannya. Dia hanya akan mengingat "Nakal" dan bukan
tidak mungkin anak tersebut akan menanyakan apakah nakal itu? Makanan
Apakah nakal itu?? dan akhirnya bukan tidak mungkin dia pun akhirnya
akan mencoba melakukan kenakalan dan kenakalan. Dan boleh jadi
kemungkinan hal itu menjadi dasar kenapa perilaku remaja saat ini penuh
dengan dinamika dan kenakalan.
Alangkah lebih baik jikalau kita bisa mengubah kata-kata kita terhadap anak-anak kita seperti :
Tolong bersikap yang baik ya nak..
Boleh Bersikap sewajarnya..
dll.
Sebuah
kata positif yang bertujuan sama dengan kata-kata sebelumnya. Namun
tahukah di balik kata-kata tersebut pengaruhnya terhadap cara berfikir
dan bertindak seorang anak??
Dia akan selalu bersikap positif dan
mencari tahu apakah hal-hal yang baik dan wajar itu saat dia dewasa.
Seorang anak akan semakin percaya diri karena sudah dipercaya oleh
orang-orang sekitarnya bahwa dia sudah berperilaku baik.
Saya
setidaknya sudah membuktikan hal ini. Anak saya yang pertama di sekolah
tidak pernah dikenalkan dengan kata-kata Nakal dan Bandel. Namun pada
saat ada kejadian yang janggal ada seseorang yang mengatakan bahwa anak
saya ini nakal. Apa yang terjadi??
Di kemudian hari, anak saya
menjadi pemalu, lebih sulit diatur dan juga bersikap tidak wajar dengan
sering mencari perhatian, lebih sering berkata tidak jujur dan
sikap-sikap lainnya yang berbeda dari sebelumnya.
Hal ini akhirnya
memicu kami untuk lebih memperhatikan dan memberikan pengertian yang
lebih agar dia kembali bisa mendapatkan kepercayaan dirinya lagi, dan
itu memerlukan waktu yang lama dan harus ada ketelatenan.
Mungkin itu hanya satu kata "Nakal" bagaimana dengan kata-kata lainnya??
Setidaknya
mulai saat ini mulailah kita sebagai orang tua memulai untuk menghargai
anak dengan selalu memberikan kata-kata positif.
Percayalah.. ini akan sangat berpengaruh terhadap anak-anak kita kedepannya.