KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis
ucapkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul ‘’ QUANTUM LEARNING’’
Penulis menyadari bahwa
didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa
dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini
penulis menghaturkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
Dosen Pembimbing dan semua pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan
maupun materinya, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca,
atas kritik dan sarannya, penulis mengucapkan terimakasih.
Madura
29 April 2013
Penulis
KATA
PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG...................................................... 3
B.
RUMUSAN
MASALAH………………………………... 4
BAB
II PEMBAHASAN
A.
SEJARAH
QUANTUM LEARNING.............................. 5
B.
PENGERTIAN
QUANTUM LEARNING..................... 6
C.
TUJUAN
DAN MANFAAT PEMBELAJARAN........... 6
D.
KARAKTERISTIK
PEMBELAJARAN QUANTUM.. 7
E.
STRATEGI
PEMBELAJARAN………………………... 7
F.
perbedaan
quantum dan quantum teaching…. 8
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN
……………………………………………… 9
B.
SARAN-SARAN
……………………………………………… 9
DAFTAR
PUSTAKA ………………………………………………… 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa:
Pendidikan Nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Upaya pembaharuan pendidikan
sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
Tahun 2003, adalah re-orientasi pendidikan ke arah pendidikan berbasis
kompetensi. Di dalam pembelajaran berbasis kompetensi tersebut tersirat adanya
nilai-nilai pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, sebagai pribadi yang
integral, produktif, kreatif dan memiliki sikap kepemimpinan dan berwawasan
keilmuan sebagai warga negara yang bertanggung-jawab. Indikator ini akan
terwujud apabila diiringi dengan upaya peningkatan mutu dan relevansi sumber
daya manusia (SDM) melalui proses pada berbagai jenjang pendidikan.
Di kalangan umum, terutama siswa
sekolah dasar, menengah dan perguruan tinggi , belajar tidak pernah menjadi hal
yang menyenangkan bagi mereka, belajar dipndang sebagai musuh yang patut
dijauhi, kini belajar adalah hal yang menyenangkan dan nyaman tanya perasaan
cemas, takut dan lelah dengan panduan dari pembelajaran quantum learning. Oleh
karena itu penulis memberi judul pada makalah ini “ model dan strategi
pembelajaran quantum learning”.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana sejarah munculnya Quantum learning?
b. Apa pengertian Quantum learning?
c. Apa tujuan dan manfaat pembelajaran Quantum learning?
d. Apa karakteristik Quantum learning?
e. Bagaimana strategi pembelajaran quantum learning?
f. Apa perbedaan Quantum learning dan Quantum teaching?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Quantum Learning
Tokoh utama di balik pembelajaran
kuantum adalah Bobbi DePorter, seorang ibu rumah tangga yang kemudian terjun di
bidang bisnis properti dan keuangan, dan setelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya
menggeluti bidang pembelajaran. Dialah perintis, pencetus, dan pengembang utama
pembelajaran kuantum. Semenjak tahun 1982 DePorter mematangkan dan
mengembangkan gagasan pembelajaran kuantum di SuperCamp, sebuah lembaga
pembelajaran yang terletak Kirkwood Meadows, Negara Bagian California, Amerika
Serikat. SuperCamp sendiri didirikan atau dilahirkan oleh Learning Forum,
sebuah perusahahan yang memusatkan perhatian pada hal-ihwal pembelajaran guna
pengembanga potensi diri manusia. Dengan dibantu oleh teman-temannya, terutama
Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon, dan Sarah
Singer-Nourie, DePorter secara terprogram dan terencana mengujicobakan
gagasan-gagasan pembelajaran kuantum kepada para remaja di SuperCamp selama
tahun-tahun awal dasawarsa 1980-an.
Dia belajar dari Dr. Georgi Lozanov,
seorang pendidik berkebangsaan bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang
disebutnya sebagai “Suggestology” atau “Suggestopedia “.prinsipnya
adalah bahwa Sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan
setiap detail apapun dapat ,memberikan sugesti positif ataupun negatif. Istilah
lain dari suggestology adalah accelerated learning ( pemercepatan
belajar).
Demikianlah, metode pembelajaran
kuantum merambah berbagai tempat dan bidang kegiatan manusia, mulai lingkungan
pengasuhan di rumah (parenting), lingkungan bisnis, lingkungan perusahaan,
sampai dengan lingkungan kelas (sekolah). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya
pembelajaran kuantum merupakan falsafah dan metodologi pembelajaran yang
bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah.
Falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum yang telah dikembangkan,
dimatangkan, dan diujicobakan tersebut selanjutnya dirumuskan, dikemukakan, dan
dituliskan secara utuh dan lengkap dalam buku Quantum Learning.
B. Pengertiuan Quantum Learning
Quantum learning ialah kiat,
petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman
dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu untuk melakukan eksperimen
yang disebutnya suggestology (suggestopedia).
Quantum learning sebagai
“interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan
kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan
mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi
tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”.
Quantum learning mencakup
aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian
tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara
bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian
siswa dan guru.
”. Pada kaitan inilah, quantum
learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan
teori, keyakinan, dan metode tertentu.
C. Tujuan dan Manfaat Pembelajaran
Quantum Learning
Ø Tujuan Pembelajaran Quantum Learning:
1. Tumbuhnya emosi positif,
2. kekuatan otak
3. keberhasilan
4. kehormatan diri
Ø Manfaat Pembelajaran Quantum
Learning:
1. Sikap Positif
2. Motivasi, belajar aktif
3. Membangun dan Mempertahankan
lingkungan positif
4. Kepercayaan diri/sukses
D. Karakteristik Pembelajaran
Quantum Learning
• Pembelajaran kuantum berpangkal
pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah
dan konsep kuantum dipakai.
• Pembelajaran kuantum memusatkan
perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi
makna.
• Pembelajaran kuantum sangat
menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan
atau keadaan yang dibuat-buat.
• Pembelajaran kuantum menempatkan
nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran
E. Strategi Pembelajaran Quantum
Learning
Teknologi baru terutama multimedia
mempunyai peranan semakin penting dalarn pembelajaran. Banyak orang percaya
bahwa multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar dimana learning
with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Apalagi dalam
pembelajaran orang dewasa, learning with effort menjadi hal yang cukup
menyulitkan untuk dilaksanakan karena berbagai faktor pembatas, seperti kemauan
berusaha, mudah bosan dll. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif,
tidak membosankan menjadi pilihan para guru/fasilitator. Jika situasi belajar
seperti ini tidak tercipta, paling tidak multimedia dapat membuat belajar lebih
efektif menurut pendapat beberapa pengajar.
Sedangkan Strategi pembelajaran yang lain, Seperti:
• Teori otak kanan/kiri
• Pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik)
• Pendidikan holistik (menyeluruh)
• Belajar berdasarkan pengalaman
• Belajar dengan symbol
• Simulasi/permainan
F. Perbedaan Quantum Learning dan
Quantum Teaching
Quantum Teaching dan Quantum
Learning merupakan model pembelajaran yang sama-sama dikemas Boby DePorter yang
diilhami dari konsep kepramukaan, sugestopedia, dan belajar melalui berbuat.
1. Quantum Teaching diarahkan untuk
proses pembelajaran guru saat berada di kelas, berhadapan dengan siswa,
merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasinya. Pola Quantum Teaching terangkum
dalam konsep TANDUR, yakni Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan
Rayakan.
2. Quantum Learning merupakan konsep
untuk pembelajar agar dapat menyerap fakta, konsep, prosedur, dan prinsip
sebuah ilmu dengan cara cepat, menyenangkan, dan berkesan.Pola Quantum Teaching
terangkum dalam konsep AMBAK yakni Apa Manfaatnya Bagiku
Jadi, Quantum Teaching diperuntukkan guru dan Quantum
Learning diperuntukkan siswa atau masyarakat umum sebagai pembelajar.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan di atas dapat
diketahui bahwa pembelajaran kuantum merupakan sebuah falsafah dan metodologi
pembelajaran yang umum yang dapat diterapkan baik di dalam lingkungan bisnis,
lingkungan rumah, lingkungan perusahanan, maupun di dalam lingkungan sekolah
(pengajaran). Secara konseptual, falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum
membawa angin segar bagi dunia pembelajaran di Indonesia sebab karakteristik,
prinsip-prinsip, dan pandangan-pandangannya jauh lebih menyegarkan daripada
falsafah dan metodologi pembelajaran yang sudah ada (yang dominan watak
behavioristis dan rasionalisme Cartesiannya). Meskipun demikian, secara nyata,
keterandalan dan kebaikan falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum ini
masih perlu diuji dan dikaji lebih lanjut. Lebih-lebih kemungkinan penerapannya
dalam lingkungan Indonesia baik lingkungan rumah, lingkungan perusahaan,
lingkungan bisnis maupun lingkungan kelas/sekolah (baca: pengajaran). Khusus
penerapannya di lingkungan kelas menuntut perubahan pola berpikir para
pelaksana pengajaran, budaya pengajaran dan pendidikan, dan struktur organisasi
sekolah dan struktur pembelajaran. Jika perubahan-perubahan tersebut dapat
dilakukan niscaya pembelajaran kuantum dapat dilaksanakan dengan hasil yang
optimal.
B. Saran-saran
Demikian makalah ini, kami sadar
bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami menerima
kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ke depan.
DAFTAR PUSTAKA
De Porter, Bobbi. 2009. Quantum Learning.
Bandung:KAIFA