KATA PENGANTAR
Bismilahirrahmanirrahim
Kami
panjatkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan taufik
dan hidayahnya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas metodologi penelitian
kuantitatif ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap
tercurahkan kepada junjungan kita Nabiullah Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kita dari jalan gelap gulita menuju terang benderang yakni ajaran agama islam. Dalam
menyelesaikan tugas ini sebagai persyaratan tugas akhir UAS dalam perkuliahan
mata kuliah metodologi penelitian sosial. Maka saya menyusun tugas proposal
yang membahas tentang “judul proposal pengaruh
ekonomi mahasiswa terhadap prestasi
akademik universitas trunojoyo Madura.
(Study Kasus Di
universitas trunojoyo madura)”. Saya menyadari bahwa sebagai manusia
biasa mempunyai kemampuan logika yang sangat terbatas. Mungkin dalam penulisan
tugas proposal ini banyak kekurangan dan tidak benar. Saya mohon bimbingan dan
komentar maupun motivasi dari dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian
kuantitatif agar kedepannya dalam penulisan ini dengan lebih baik lagi. Saya
berharap semoga tugas ini menjadi bermanfaat bagi kita semua. Saya berdo’a
mudah-mudahan Allah Swt membalas kebaikan kita dengan semua apa yang telah kita
lakukan selama ini. Amien…..
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………...…..….……….1
DAFTAR ISI …………………….…………………………………………...…..2
BAB 1 PENDAHULUAN ..……………………………………………………...3
1.1 latar belakang …………………………………………………………5
1.2 rummusan masalah……………………………………………………5
1.3 tujuan penelitia………………………………………………………...5
1.4 manfaat penelitian…….………….……………………………………5
BAB II KERANGKA TEORI ……………………………………………..……7
2.1. Tinjauan PustakaKerangka
Pikir........................................................7
BAB III METODE PENELITIAN .…………………...………………………14
3.1 pendekatan penelitian…………………………………………………14
3.2 Populasi dan sampel penelitian...…………………………….……….14
3.3 Teknik penumpulan Data……………….…………………………….16
3.4 teknik analisis data………………………………….………………....16
BAB IV JADWAL PENELITIAN
4.1 Tempat
Penelitian…………………………………………………….18
BAB V TEKNIK ANALISIS
DATA…………………………………………19
5.1 Deskripsi
responden………………………………………………….20
5.2 Pengolahan
data………………………………………………………21
BAB
VI KESIMPULAN DAN SARAN………………………………......……23
6.1 KESIMPULAN………………………………………………………..23
6.2 SARAN……………………………..…………………………………23
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Tuntutan
masyarakat semakin kompleks dan persaingan sangat ketat. Hal ini harus didukung
dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk meningkatkan Sumber
Daya Manusia (SDM) dilakukan melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan
faktor pendukung utama terbentuknya manusia yang produktif dan kreatif guna
terciptanya masyarakat yang sejahtera dan makmur serta memajukan bangsa dan
negara. Dalam arti luasnya, pendidikan mengandung pengertian mendidik,
membimbing, mengajar, dan melatih setiap individu.
Tujuan
pendidikan nasional berdasarkan UU RI NO. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, sebagai berikut: Pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan yang hendak dicapai pemerintah Indonesia adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah sejak orde baru telah mengadakan
perluasan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Hal
ini sesuai dengan bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa:
“Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran”.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang berada di
luar pendidikan formal. Dalam keluarga diselenggarakan pendidikan keluarga
dengan pemberikan pendidikan, pengajaran, dan bimbingan mengenai agama, moral,
etika, budaya, dan keterampilan. Sehingga keluarga mempunyai peranan yang sangat
penting dalam mendukung pendidikan. Dengan demikian, latar belakang keluarga
harus diperhatikan guna tercapainya pendidikan yang maksimal.
Orang tua, masyarakat, dan
pemerintah adalah tiga unsur yang bertanggungjawab dalam mencapai keberhasilan
pendidikan. Masyarakat dan pemerintah bertugas menyiapkan sarana dan prasarana
diselenggarakannya proses pendidikan, seperti kampus, dosen, pengawai yang
mengurusi administrasi kampus dalam suatu perguruan tinggi.
Dalam proses pembelajaran diperlukan sarana penunjang
yang terkadang mahal. Akibatnya bagi orang tua yang tidak mampu memenuhi
sarana penunjang tersebut, maka anak akan terhambat dalam proses pembelajaran.
Dengan demikian, sumber daya manusia menjadi rendah sehingga menghambat
kemajuan bangsa dan negara.
Keadaan demikian dapat kita lihat di
jurusan Sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universita
Negeri Trunojoyo Madura dalam kelas tersebut terdapat mahasiswa-mahasiswi
dengan berbagai latar belakang sosial ekonomi orang tua yang berbeda. Adanya
perbedaan status sosial ekonomi orang tua para mahasiswa-mahasiswi tersebut
mempunyai pengaruh terhadap proses pembelajaran terutama dalam membiayai
seluruh keperluaan pembelajaran. Status sosial ekonomi orang tua merupakan
faktor dalam mencapai keberhasilan pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini mencoba
mengungkapkan bagaimana besarnya pengaruh status sosial orang tua terhadap
tingkat prestasi akademik mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Negeri Trunojoyo Madura .
1.2. Rumusan masalah
a. Bagaimanakah tingkat prestasi akademik mahasiswa sosiologi angkatan 2013
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Trunojoyo Madura ?
c. Bagaimana gambaran
tentang status pendapatan ekonomi orang tua mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo
Madura??
1.3.
Tujuan penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut:
a. Untuk
mengetahui gambaran tentang status pendapatan ekonomi orang tua mahasiswa
sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Trunojoyo Madura.
c. Untuk mengetahui besarnya pengaruh status pendapatan ekonomi orang tua
mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Universitas Trunojoyo Madura.
1.4. Manfaat penelitian
Dari
hasil penelitian yang saya lakukan maka manfaat penelitian tersebut adalah,
sebagai berikut:
a.
Memberikan sumbangan pemikiran dalam
rangka pengembangan ilmu pendidikan di kaitkan dengan hal-hal yang mempengaruhi
tentang ekonomi mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura
b.
Sebagai bahan
acuan bagi mahasiswa yang berminat mengadakan penelitian lebih lanjut dan
sebagai data dasar bagi perkembangan sistem pendidikan guna terciptanya sumber
daya manusia yang berkualitas.
- Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran kondisi dan pengaruh status pendapatan ekonomi orang
tua mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
BudayaUniversitas Trunojoyo Madura.
BAB
II
KERANGKA
TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
a. Teori Stratifikasi
Menurut Said
Gatara dan Dzulkiah Said,stratifikasi
sosial adalah struktur sosial yang memiliki lapisan-lapisan dalam suatu
masyarakat. Selanjutnya
menurut Henslin stratifikasi sosial (social stratification) merupakan
suatu sistem di mana kelompok manusia terbagi dalam lapisan-lapisan sesuai
dengan kekuasaan, kepemilikan, dan prestise relatif mereka. Penting untuk
dipahami bahwa stratifikasi sosial tidak merujuk pada individu. Stratifikasi
sosial merupakan cara untuk menggolongkan sejumlah besar kelompok manusia
ke dalam suatu hirarki sesuai dengan hak-hak istimewa relatif mereka.
Adanya sistem
lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan
masyarakat itu. Tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar
suatu tujuan bersama. Yang bisa menjadi alasan terbentuknya lapisan masyarakat
yang terjadi dengan sendirinya adalah kepandaian, tingkat umur (yang senior), sifat
keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala masyarakat, mungkin juga harta
dalam batas-batas tertentu. Alasan-alasan yang dipakai berlainan bagi tiap-tiap
masyarakat.
Joseph
Schumpeter dalam Soekanto,mengatakan
bahwa terbentuknya kelas-kelas dalam masyarakat adalah karena diperlukan untuk
menyesuaikan masyarakat dengan keperluan-keperluan yang nyata. Makna kelas dan
gejala-gejala kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti dengan benar
apabila diketahui riwayat terjadinya.
Soekanto
membagi empat dasar lapisan masyarakat:
a. Ukuran ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan sebagai ukuran, dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu
pengetahuan. Akan tetapi ukuran tersebut kadang-kadang menyebabkan terjadinya
akibat-akibat yang negatif. Karena ternyata bahwa bukan mutu ilmu pengetahuan
yang dijadikan ukuran, akan tetapi gelar kesarjanaannya.
b. Ukuran kekayaan. Barangsiap yang memiliki kekayaan paling banyak, termasuk
dalam lapisan teratas. Kekayaan tersebut, misalnya, dapat dilihat pada bentuk
rumah yang bersangkutan, mobil pribadinya, cara-caranya mempergunakan pakaian
serta bahan pakaian yang dipakainya, kebiasaan untuk berbelanja barang-barang
mahal dan seterusnya.
d. Ukuran kekuasaan. Barangsiapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan atasan.
Kedudukan di
atas tidaklah limitatif karena masih ada ukuran yang lain yang dapat digunakan,
akan tetapi ukuran-ukuran di atas sangat menentukan sebagai dasar timbulnya
sistem lapisan dalam masyarakat tertentu. Pada beberapa masyarakat tradisional
di Indonesia, golongan pembuka tanahlah yang dianggap memiliki status yang
paling tinggi, menyusul para pemilik tanah, setelah itu mereka yang hanya
memiliki tanah pekarangan rumah saja. Dalam masyarakat perkotaan status sosial
ditentukan oleh standar keahlian yang dimiliki atau berada pada standar
penilaian ilmu pengetahuan.
B. Teori Kecerdasan
Tujuh kecerdasan menurut Howard Garner kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial,
kinestetis-jasmani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal.
Setiap anak
bisa memiliki satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol dan beberapa
kecerdasan lain yang normal atau bahkan rendah. Berikut penjelasan untuk setiap
kecerdasan:
a. Kecerdasan linguistik. Kemampuan
menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan
ini meliputi kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, fonologi
(bunyi bahasa), semantik (makna bahasa), dimensi paragmatik (penggunaan praktis
bahasa). Penggunaan bahasa mencakup aspek retorika (penggunaan bahasa untuk
mempengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan tertentu), mnemonik
(penggunaan bahasa untuk mengingat informasi), eksplanasi (pengunaan bahasa
untuk member informasi), dan meta bahasa (penggunaan bahasa untuk membahas bahasa
itu sendiri). Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh pendogeng, orator,
politisi, pembawa acara, pembicara publik, pemceramah, sastrawan, dan
sebagainya.
b. Kecerdasan spasial. Kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara
akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut.
Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang, dan
hubungan antar unsur-unsur tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan
membayangkan, mempresentasikan ide secara visual atau spasial, dan
mengorientasikan diri secara tepat dalam matrx spasial. Kecerdasan ini biasanya
dimiliki oleh arsitek, dekorator, seniman, desainer, fotografer, sutradara
film, dan sebagainya.
c. Kecerdasan kinestetis-jasmani. Keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk
mengekspresikan ide dan perasaan dan mengunakan tangan untuk menciptakan atau
mengubah sesuatu. Kecerdasan ini meliputi kemampuan-kemampuan fisik yang
spesifik, seperti koordinasi keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan,
dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan dan hal-hal yang berkaitan
dengan sentuhan. Kecerdasan ini biasa dimiliki oleh pengrajin, mekanik, dokter
bedah, at let, aktor, penari, dan sebagainya.
d. Kecerdasan matematis-logis. Kemampuan menggunakan angka dengan baik dan
melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap pola
dan hubungan logis, pernyataan dan dalil (jika-maka sebab akibat), fungsi logis
dan abstraksi-abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis
antara lain: kategorisasi, klasifikasi, pengambilan kesimpulan, generalisasi,
penghitungan, dan pengujian hipotesis. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh
ahli matematika, insinyur, pekerja keuangan, ahli statistik, ilmuawan,
perencana, dan sebagainya.
e. Kecerdasan musikal.
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal, dengan cara mempersepsi, membedakan,
mengubah, dan mengekspresikan. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama,
pola titik nada atau melodi, dan warna nada atau warna suara suatu lagu.
Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para musisi dan penyanyi.
C.
Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua
Keadaan sosial
ekonomi setiap orang berbeda-beda dan bertingkat, ada yang keadaan sosial
ekonominya tinggi, sedang, dan rendah. Dalam Maftukhah (2007) sosial
ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi sesorang dalam
kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendapatan,
tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal, dan jabatan dalam organisasi,
sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial ekonomi adalah posisi
seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan
peraulan, prestasinya, dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubunganya dengan
sumber daya.
Keluarga dengan
pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala
kebutuhan sekolah dan keperluan lain. Berbeda dengan keluarga yang mempunyai
penghasilan relatif rendah, pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan
sekolah, begitu juga dengan keperluan lainnya. Menurut Hamalik dalam Maftukhah
(2007) bahwa keadaan sosial ekonomi yang baik dapat yang menghambat ataupun
mendorong dalam belajar. Masalah biaya pendidikan juga merupakan sumber
kekuatan dalam belajar karena kurangnya biaya pendidikan akan sangat mengganggu
kelancaran belajar. Salah satu fakta yang mempengaruhi tingkat pendidikan anak
adalah pendapatan keluarga. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai pengaruh
yang tinggi terhadap prestasi belajar siswa di sekolah, sebab segala kebutuhan
anak yang berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang
tua.
D. Prestasi
Akademik
Prestasi
menyatakan hasil yang telah diicapai, dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya,
dengan hasil yang menyenangkan hati diperoleh dengan jalan keuletan kerja
(Nasrun, 2000).
Sobur (2006)
dalam Sahputra (2009) menyatakan bahwa prestasi akademik merupakan perubahan
dalam hal kecakapan tingkah laku, ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama
beberapa waktu dan tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi
belajar. Perwujudan bentuk hasil proses belajar tersebut dapat berupa pemecahan
lisan maupun tulisan, dan keterampilan serta pemecahan masalah llangsung dapat
diukur atau dinilai dengan menggunakan tes yang standar.
Menurut
Setiawan (2000), prestasi akademik adalah istilah untuk menunjukkan suatu
pencapaian tingkat keberhasilan tentang suatu tujuan, karena suatu usaha
belajar telah dilakukan oleh seseorang secara optimal.
Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, sebagaimana yang dikemukakan Rola
(2006) terdapat empat faktor yang mempengaruhi prestasi akademik yaitu:
a. Pengaruh keluarga dan kebudayaan
Besarnya
kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua
dan jumlah serta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar
dalam perkembangan prestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti
cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.
b. Pengakuan dan prestasi
Individu akan
berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Dimana
prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga, dan dukungan
lingkungan tenpat dimana individu berada. Individu yang diberi dorongan untuk
berprestasi akan lebih realistis dalam mencapai tujuannya.
c. Peranan konsep diri
Konsep diri
merupakan bagaimana individu berfikir tentang dirinya sendiri. Apabila individu
percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan
termotivasi untuk melakukan hal tersebut sehingga berpengaruh dalam tingkah
lakunya.
E. Kerangka Pikir
Secara teoritis
dikatakan bahwa ada pengaruh antara status sosial ekonomi orang tua terhadap
tingkat prestasi akademik mahasiswa. Secara sederhana dapat terlihat bahwa
keluarga yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi akan mudah memenuhi
segala kebutuhan hidupnya, termasuk dalam kemudahan memperoleh akses-akses yang
berhubungan dengan pendidikan. Sebaliknya, keluarga yang memiliki status sosial
ekonomi rendah akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
karena adanya keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki maka anak mengalami
kesulitan dalam memperoleh pendidikan.
F. Hipotesis
Berdasarkan
pemaparan di atas maka dapat dirumuskan hipotesis bahwa ada pengaruh antara
status pendapatan ekonomi orang tua terhadap tingkat prestasi akademik
mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Universitas Trunojoyo Madura.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
Metode
penelitian adalah srategi umum yang dipakai dalam menggunakan data dan
menganalisa data yang digunakan untuk menjawab persoalan yang dihadapi (Arif,
1982: 50). Metode penelitian merupakan faktor yang sangat penting dalam
kegiatan menelitian, karena berhasil tidaknya sebuah penelitian tergantung pada
ketepatan metode yang digunakan.
3.1.Pendekatan
penelitian
Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan penelitian yang bersifat kuantitatif, karena hasil data angket yang
di perlukan untuk mengungkap masalah dalam bentuk skor angka data kuantitatif
yang selanjutnya diolah dan diuji dengan teknik analisis statitika.
3.2.populasi
dan sampel
a. Populasi
Margono (2000: 121) menjelaskan
bahwa populasi adalah seluruh individu yang menjadi perhatian dalam suatu ruang
lingkup dan waktu yang ditentukan. Warsito (1992: 49) menjelaskan bahwa populasi
adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda,
hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, perusahaan, atau peristiwa sebagai sumber
data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.
objek/subjek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga
objek dan benda-benda yang ada di sekitar kita
Dalam penelitian ini yang menjadi
populasi adalah keseluruhan mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura yang berjumlah 54 mahasiswa
yang terdiri dari 18 laki-laki dan 36 perempuan.
Berdasarkan kedua pendapat di atas,
maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudkan populasi dalam penelitian ini
adalah keseluruhan masyarakat yang dijadikan sebagai sumber data dalam
penelitian.
Adapun populasi penelitian ini
adalah sebagian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.secara rinci di
kemukakan dalam table 1 sebagai berikut:
Table 1 :
|
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
perempuan
|
Jumlah
|
|
1
|
19-23
|
40
|
89
|
129 orang
|
|
2
|
23-30
|
36
|
60
|
96 orang
|
|
3
|
30-35
|
29
|
68
|
97 orang
|
|
Jumlah Total
|
105
|
217
|
322 orang
|
b.
Sampel Penelitian
Arikunto (1998: 120) menjelaskan
pengertian sampel penelitian ini adalah sebagian atau wakil dari
keseluruhan (jumlah) yang akan diteliti . Warsito (1992: 51) menjelaskan
sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam
suatu penelitian, artinya sebagian populasi yang mewakili seluruh populasi.
Kesimpulan arti sampel: Bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian
ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling.
Teknik ini digunakan karena peneliti menganggap populasi dalam penelitian ini
adalah homogen yaitu keseluruhan populasi adalah mahasiswa.
Sampel penelitian
Table 2:
|
No
|
Usia
|
Populasi
|
Sampel 20%
|
jumlah
|
|
Laki-laki
|
perempuan
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
sampel
|
|
1
|
19-23
|
40
|
89
|
6
|
7
|
13
|
|
2
|
23-30
|
36
|
60
|
3
|
5
|
9
|
|
3
|
30-35
|
29
|
68
|
5
|
7
|
12
|
|
Jumlah Total
|
105
|
217
|
14
|
19
|
34
|
c. Teknik
Sampling
Dari hasil
yang diketahui dari data tersebut maka, teknik yang digunakan dalam penentuan
sampel mahasiswa Universitas trunojoyo Madura adalah menggunakan Random
Sampling. Hal ini karena penelitian dilakukan dengan orang lokal secara acak.
3.3.Teknik Pengumpulan Data
Beberapa teknik dalam pengumpulan
data penelitian ini dilakukan sebagai berikut :
Langkah yang dilakukan dalam
pengumpulan data melalui angket dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)
Mempersiapkan kisi-kisi dan indikator angket
(quisioner) penelitian ini.
b)
Membuat pertanyaan sesuai dengan indikator angket yang
telah ditentukan.
c)
Melakukan try out angket dan menganalisis hasil try
out.
d)
Melakukan analisis hasil penelitian
3.4. teknik analisis data
Hatch dan Farhady (1981) dalam
Sugiyono mendefinisikan variabel sebagai atribut seseorang, atau subjek, yang
mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan
objek yang lain.
Dalam penelitian ini terdapat 2
(dua) variabel yaitu:
a. Variabel
Independen
Dalam penelitian ini variabel
independen (variabel bebas) adalah kondisi status sosial ekonomi orang tua
mahasiswa yaitu:
1) Tingkat
pendidikan
2) Tingkat
pendapatan
3) Pemilikan kekayaan
4) Jenis tempat
tinggal
b. Variabel
Dependen
Dalam penelitian ini yang menjadi
variabel dependen (variabel terikat) adalah prestasi akademik mahasiswa yaitu
nilai Indeks Prestasi Akademik (IPK) mahasiswa sosiologi angkatan 2013 Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura..
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu
alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara
spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian
Dalam penelitian ini ada dua
instrumen yang digunakan yaitu:
a.
Instrumen
yang digunakan untuk mengukur status sosial ekonomi orang tua mahasiswa.
b.
Instrumen
yang digunakan untuk mengukur prestasi akademik mahasiswa.
BAB 1V
JADWAL
PENELITIAN
4.1. Tempat
Penelitian
Pemilihan dan penetapan lokasi
penelitian ini adalah di Universitas Trunojoyo Madura Adapun pemilihan lokasi
tersebut dengan alasan sebagai berikut:
1.
Adanya pemborosan uang saku dan pengiritan oleh para
mahasiswa
2.
Lokasi relatif dekat dengan domosili peneliti,
sehingga mudah dijangkau dan bisa lebih efisien (waktu dan biaya).
5.2. Waktu Pelaksanaan Penelitian
|
No.
|
Kegiatan
|
Tahun 2013
|
|
Oktober
|
November
|
Desember
|
Januari
|
|
1.
|
Persiapan
|
|
x
|
|
x
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Pengumpulan Data
|
|
|
|
|
x
|
x
|
X
|
x
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Penulisan Laporan Dan Konsultasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
x
|
|
x
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Penggandaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
x
|
x
|
|
X
|
BAB V
TEKNIK
ANALISIS DATA
Dalam penelitian ini teknik analisis
data yang dipakai adalah statistik deskriptif untuk memberikan deskriptif atau
gambaran data yang diperoleh. Untuk analisis data ini dilakukan pengumpulan
data dengan menentukan skor responden sesuai penskoran yang ditentukan.
Selanjutnya menjumlahkan skor tersebut. Untuk menentukan skor (deskriptif
persentase) digunakan rumus:
DP = x 100%
Ket:
DP
: Deskriptif persentase
N
: Jumlah seluruh nilai yang diharapkan
n
: Nilai yang diperoleh
Data yang diperoleh dari angket
dianalisis melalui tahapan yaitu:
a. Mengelompokkan
data sesuai dengan jenisnya.
b. Membuat
tabulasi data.
c. Data yang
telah ditabulasikan, diolah dalam bentuk komputerisasi.
Arikunto dalam Maftukhah (2007),
untuk mempermudah analisis data dari angket yang bertingkat maka perlu diketahui
skor yang diperoleh responden dari hasil angket yang diisi. Untuk itu perlu
ditentukan kriteria penskoran sebagai berikut:
a. Untuk
alternatif jawaban a diberi skor 4
b. Untuk
alternatif jawaban b diberi skor 3
c. Untuk
alternatif jawaban c diberi skor 2
d. Untuk
alternatif jawaban d diberi skor 1
Untuk menentukan kriteria penskoran
adanya hubungan antara status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
akademik mahasiswa digunakan perhitungan sebagai berikut:
a. Persentase
skor maksimal = ( 4 : 4 ) x
100% = 100%
b. Persentase
skor minimal = ( 1
: 4 ) x 100% = 25%
c. Rentang
= 100% - 25%
= 75%
d. Panjang
kelas interval
= 75% :
4
= 18,75%
Metode yang digunakan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap
prestasi akademik mahasiswa, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
regresi sederhana. Mencari persamaan garis regresi digunakan teknik analisis
regresi linear satu variabel dengan persamaan sebagai berikut:
Y = a + bX
Ket:
Y : Variabel
terikat (prestasi akademik)
a :
Konstanta
b :
koefisien regresi variabel X
X : Variabel bebas
(kondisi sosial ekonomi)
5.1. Deskripsi Responden
1. Deskripsi
Responden
Berikut
ini adalah deskripsi responden dari penelitian yang berkaitan dengan jenis
kelamin. Adapun gambar tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1
Pengelompokan Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
|
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
perempuan
|
jumlah
|
Presentase
|
|
1
|
25-29
|
132
|
145
|
277 orang
|
10,10%
|
|
2
|
30-34
|
116
|
123
|
239 orang
|
8,72%
|
|
3
|
35-39
|
113
|
154
|
267 orang
|
9,74%
|
|
Jumlah total
|
567
|
645
|
1212 orang
|
44,2%
|
Sumber
: Hasil Pengolahan data primer
Dari
tabel 4.1 dapat dilihat dari jenis kelamin responden yakni laki-laki 30% dan
perempuan 25% hasil yang hampir sama ini membuktikan bahwa “ekonomi mahasiswa
terhadap prestasi akademik” merupakan dampak sangat besar bagi para mahasiswa
yang berprestasi.
2. Pengelompokan
Responden Berdasarkan Usia
Berikut
ini adalah pengelompokan responden yang berkaitan dengan usia responden, tabel
sebagai berikut:
Tabel 4.2
Pengelompokan Responden Berdasarkan Jenis Usia
|
Usia
|
Frekuensi
|
Presentase
|
|
25-29
|
13
|
60%
|
|
30-34
|
11
|
20%
|
|
35-39
|
12
|
5%
|
|
40-44
|
9
|
10%
|
|
45-49
|
10
|
5%
|
|
Total
|
55
|
100%
|
Sumber
: Dari pengolahan data primer
Dari
tabel 4.2 tentang pengelompokan responden berdasarkan usia dapat dilihat usia
25-29 tahun (60%) sangat dominan. Karena pada masa itu waktunya para mahasiswa
mikirnya setengah-setengah.
5.2. Pengolahan Data
Sebelum
dikelompokkan menjadi satu persatu, data dari responden akan di susun secara
teratur dalam satu tabel, hal ini dimaksud untuk mempermudah pengolahan data
selanjutnya. Kemudian data dari kuesioner yang telah di isi oleh responden akan
di kelompokkan menjadi satu persatu, hal ini berfungsi untuk mengefisiensikan
penelitian dan diharapkan data akan lebih valid, kemudian data tersebut di
simpulkan sesuai dengan perhitungan data, sebagai berikut:
Dari data yang telah di
ambil dari lapangan dapat di olah menggunakan rumus skala likert, sebagai
berikut:
Tabel 5.1 Pengelompokan
pernyataan dan bobot nilai
|
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
P5
|
|
SS
|
6
|
5
|
3
|
8
|
2
|
|
S
|
0
|
12
|
7
|
2
|
0
|
|
N
|
3
|
2
|
3
|
8
|
5
|
|
TS
|
6
|
0
|
0
|
1
|
5
|
|
STS
|
9
|
0
|
0
|
0
|
13
|
Hasil dari perhitungan data primer
Keterangan:
P1-P5 : adalah Pernyataan 1
sampai pernyataan 5
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
CS : Cukup Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
BAB VI
KESIMPULAN
DAN SARAN
6.1.
Kesimpulan
Dalam penelitian ini
dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Para
mahasiswa lebih setuju apabila uang saku dia banyak lebih tidak niat untuk
mencari prestasi
- Nilai
ipk mempengaruhi uang saku yang diberikan oleh para orang tua
- Hipotesis
menunjukkan benar tentang dampak borosnya mahasiswa terhadap ekonomi orang
tua.
6.2. Saran
Dari penjelasan diatas
peneliti memiliki saran sebagai berikut:
- Para
mahasiswa perlu bimbingan dari orang tua tentang uang yang keluar dan saku
- Mahasiswa
berumur 19-23 lebih dominan boros di bandingkan mahasiswa yang brumur
30-40 karena dia sudah mikir masa depanya.