Asalamualaikum
kawan ... maaf lama saya gak mengupdate tulisan saya, sebenarnya kemaren sudah
punya niat buat nulis lagi tapi gak tahu kenapa kayaknya kurang total nulisnya
jadi dah ngetik banyak tapi saya delete semua. Buat kali ini saya ingin sekali
sekedar bercerita mengenai hal yang gak terlalu berat tapi cukup penting sih
buat kaum hawa. Pertama saya mau kilas balik dan mengingat-ingat banyaknya
teman saya yang saat ini sudah hidup berumah tangga. Alhamdulillah teman-teman
saya telah bertemu dengan jodoh mereka. Ada yang sudah bertemu jodohnya dan
memutuskan berumah tangga sejak bertahun-tahun yang lalu, namun banyak juga
yang saat ini masih berikhtiar untuk bertemu dengan jodohnya *termasuk saya
hehehehe (^_^) ...
Kawan
,,, jodoh memang tidak bisa kita target, kapan dan dengan siapa kita bertemu
dengan jodoh kita itu. Kadang ada yang menjalin hubungan bertahun-tahun namun
pada akhirnya tidak dipersatukan dalam mahligai bahtera rumah tangga, namun
tidak sedikit pula yang baru saja mengenal dan tidak memerlukan waktu yang lama
dapat dipersatukan dan menjadi sepasang suami istri. Kawan ... sering saya
menjumpai keluarga yang *ya seperti pada umumnya keluarga, dalam hubungan
berumah tangga terlihat santay, dan kadang saya pikir kok terkesan simple ya.
Istri berkeliaran semaunya, ngerumpi sana sini gak inget waktu, lalu sang suami
sibuk kerja dan saat pulang kerja justru mampir di warung-warung makan sambil
ngobrol hingga kesannya tak beristri. Sedangkat si anak tetep aja bermain
dengan teman-teman sebayanya tanpa harus memikirkan kewajiban dan haknya
sebagai seorang anak.
Apakah
gambaran di atas dapat digolongkan sebagai keluarga yang harmonis? Atau bahkan
keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah sesuai dengan do’a saat pernikahan
berlangsung dulu? Kawan ... meskipun saya belum memiliki pengalaman dan belum
juga merasakan asam garam pernikahan, tapi boleh dong saya berangan-angan untuk
menciptakan keluarga saya nanti.
Saya
ingin sekali memiliki seorang suami yang benar-benar dapat memjadi imam yang
sebenarnya, seorang imam yang dapat membimbing makmumnya ke surga.
Seorang imam
yang tidak hanya pintar dari segi intelektualnya, namun juga pandai dalam hal
spiritual. Satu keinginan saya saat saya nanti dipertemukan Allah dengan jodoh
saya, saya ingin meminta dia untuk menjadi imam sholat fardhu, kemudian kalau
dia dapat membuat saya yakin dengan cara dia sholat, saya masih ingin meminta
satu hal pada dia, bukan hal yang susah namun juga gak gampang .... saya ingin
meminta dia untuk membaca Al-Qur’an dengan sempurna “tajwidnya benar”.
Jika ada
yang tanya mengapa saya sampai sebegitunya dalam memilih seorang suami, padahal
belum tentu saya juga termasuk wanita yang dikatakan sholehah, namun saya hanya
beranggapan dan memiliki keyakinan bahwa jika saya salah memilih seorang suami,
itu berarti saya justru akan menjerumuskan tidak hanya diri saya sendiri bahkan
juga saya akan sangat berdosa karena saya akan melahirkan generasi-generasi
yang tidak berkualitas.
Kualitas dalam hal ini bukan semata-mata kepandaiannya
namun juga akhlaknya “kan ada yang bilang kalau buah jatuh tak jauh dari
pohonnya, kalau benihnya saja buruk mana mungkin buah yang dihasilkan baik?”
Kawan
... sebagai calon istri hendaknya kita musti belajar menjadi seorang super women
... *bukan super girlis lo ya .... hehehehe (“,)!!! Em... saya punya cara-cara
buat belajar menjadi seorang istri yang sholehah *tapi ini dari saya ya kawan
... jadi boleh diambil jika dirasa baik, dan jangan ditiru kalau saya salah ...
okey !!!
Yang
pertama adalah membiasakan sholat berjamaah dengan suami, ya ... sholat
berjamaah itu banyak manfaatnya lhoh kawan, gak hanya bukti iman kita kepada
Tuhan dengan sholat berjamaah yang diganjar pahala lebih banyak saja, namun
pada kehidupan berumah tangga, sholat berjamaah juga dapat menjadikan perekat
hubungan keluarga.
Setelah hari-hari dilalui dengan penuh rutinitas, bahkan
bagi keluarga yang banyak bekerja di luar rumah pastilah saat-saat berkumpul
itu menjadi sangat menyenangkan. Makanya saat berkumpul sholat berjamaah pasti
akan membuat suasana keluarga yang hangat, erat, dan religius pastinya.
Yang
kedua yaitu membiasakan untuk membaca Al-Qur’an bersama setiap habis sholat
subuh. Namun sebelum waktu subuh datang, hendaknya seorang istri harus bangun lebih
awal kemudian bersuci, namanya seorang istri kan pasti ingin terlihat cantik
dihadapan suaminya, makanya seorang istri harus membiasakan bangun sebelum
subuh kemudian bersuci dan memakai wewangian, tujuannya hanya satu ingin
terlihat cantik dihadapan kekasih halalnya.
Saat seorang istri sudah rapi,
barulah dia membangunkan suami dan anak-anaknya untuk segera mensucikan diri.
Diusahakan agar seluruh anggota keluarga sudah suci setiap adzan subuh
berkumandang. Sambil menunggu suami bersuci, seorang istri dapat melakukan
kewajibannya lain, (masak, menyapu, maupun mencuci piring) sehingga saat
anggota keluarga sudah siap untuk sholat subuh berjamaah, keadaan rumah juga
sudah bersih dan terlihat rapi.
Yang
ketiga, seorang istri hendaknya selalu berada di dalam rumah *kecuali
benar-benar ada kepentingan (seijin suami).
Namun jika seorang istri juga
merupakan wanita karir, dia juga harrus dapat melaksanakan kewajibannya
sebaik-baiknya, saat dia telah berada di rumah, maka hendaknya berpenampilan
menarik (wangi dan rapi), kadang yang salah itu justru ketika di luar rumah
seorang perempuan justru kelihatan cantik, namun saat di rumah dan bersama
suami justru berpenampilan seadanya *kan kecantikan istri itu hak suami....
seorang istri yang baik itu selalu berada di rumah ketika suami pulang kerja,
saat suami datang dengan muka yang lelah sehabis kerja, istri dapat menampakkan
wajah yang ceria sambil menyajikan makanan dan minuman kesukaan suami, pasti
rasa lelah seharian kerja hilang karena ada bidadari surga yang sedang
melayaninya.
Keempat,
sebagai seorang istri harus dapat menjadi telinga bagi suami. Maksudnya seorang
istri hendaknya dapat menjadi tempat berkeluh kesah serta mencurahkan perasaan
suami. Semua persoalan, masalah yang tengah dihadapi oleh suami harus secara
bijak dapat dicerna istri, kemudian istri memberikan solusi yang terbaik dari
setiap persoalan tersebut. Seorang istri cerdik yang sholehah adalah idaman
bagi suami, apalagi saat ini di dunia kerja banyak sekali permasalahan yang
sering dihadapi, namun jika istri dapat menjadi “diary yang dapat memberikan
solusi” pasti suami sangat senang untuk membagi setiap kebahagiaan,
kebingungan, dan keresahan yang dialami. Ingat kawan ... kehidupan berumah
tangga kan gak hanya manisnya, tapi kadang asam dan pahit juga dapat dijadikan
bumbu agar rumah tangga semakin berwarna.
Hebatnya seorang istri yang sholehah
ia mampu menempatkan diri dan mencampur setiap asam dan pahit menjadi sebuah
ramuan yang menghasilkan rasa yang luar biasa.
Kelima,
yang
namanya kehidupan berumah tangga itu kan bukan hanya kebahagiaan saja,
kadang juga muncul masalah-masalah yang kadang sulit dihindari, namun
sebagai
seorang istri hendaknya kita memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak
boleh
kita lakukan kepada kekasih halal kita. Saat “marah” seorang istri tidak
boleh
meninggalkan suami *harus tetap mendampingi suami, tidak boleh
menjauhkan
diri dari suami, gak boleh meninggalkan kamar suami dan tidur di tempat
lain,
gak boleh menceritakan aib suami kepada siapapun, gak boleh membagi
cerita
rumah tangga dengan orang lain *khususnya kelemahan dan kelebihan suami.
Kawan
... kadang ada yang bilang kalau curhat dengan sahabat itu sah-sah saja,
namun
jika menurut saya kalau curhat tentang rumah tangga itu justru hal yang
tidak baik, ibaratnya kita sendiri yang justru menelanjangi kehormatan
kita. Ingat
kawan curhat yang paling benar adalah saat sepertiga malam terakhir
dengan
didahului sholat Tahajjud ... InsyaAllah semua masalah pasti
terselesaikan.
Hanya Allah yang dapat memberikan solusi terbaik. Kalau manusia sih
kadang
bukan menyelesaikan masalah, tapi justru mensosialisasikan masalah.
Bener ga
????
Yang
terakhir hendaknya seorang istri dapat menjadi kebahagiaan suami, istri yang
lembut, penuh senyum, penyabar, senantiasa bersyukur dan ikhlas melaksanakan
kewajibannya sebagai ibu rumah tangga adalah hal yang sangat indah, imbalannya
gak hanya suami yang sayang tapi Allah juga menjanjikan surganya. Yang kadang
salah kaprah, seorang istri sok manis dan berbicara “manja dan lembut” justru
dengan orang lain, sedangkan dengan suami justru terkesan garang. Padahal suara
yang lembut dan manja itulah yang dianjurkan saat istri bersama dengan suami,
bukan dengan orang lain .... betul kan ???
Sudah dulu ya kawan ... semoga tulisan kali
ini membuat pelajaran baru buat kita ... diambil yang baik dan buang pada
tempatnya semua yang kurang bermanfaat ... sampai jumpa dengan tulisan saya
selanjutnya ....
sumber: Wanita Solehah