Kebudayaan berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau
akal) diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Oleh karena itu agar kebudayaan itu tidak hilang maka perlu pelestarian
kebudayaan yang di lakukan oleh masyarakat dan juga peran dari pemerintah
sangat di perlukan.
Globalisasi merupakan suatu proses
perubahan sosial yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang maupun satu
negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan. Salah satu penyebab
globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Oleh karena itu di era
globalisasi ini banyak kemudahan-kemudahan yang menyebabkan budaya asing dapat
dengan mudah masuk ke dalam suatu negara. Pengaruh budaya asing juga tidak
semuanya baik dan cocok, misalnya saja di Indonesia yang mendapatkan pengaruh
budaya asing.
Akan tetap pengaruh budaya asing
memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positif pengaruh budaya
asing dapat berupa ilmu pengetahuan, cara befikir kritis, rasional dan
menghargai waktu, selain itu dampak negatif pengaruh budaya asing misalnya
dahulu di Indonesia orang berpakaian sopan dan tertutup, tetapi akibat kita
terbawa oleh budaya kebarat-baratan kebanyakan orang berpakaian terbuka .Tak
dapat dielakkan lagi yaitu dapat mempengaruhi mental generasi muda. Pengaruh
budaya asing juga menyebabkan adanya perubahan sosial di dalam kehidupan
bermasyarakat, baik meliputi pola fikir masyarakat, perilaku masyarakat, dan
kebiasaan masyarakat.
Faktor-faktor penyebab perubahan
sosial diantaranya adalah perubahan jumlah penduduk, penemuan- penemuan baru,
pertentangan dalam masyarakat, pemberontakan, lingkungan fisik, dan pengaruh
kebudayaan masyarakat lain. Akan tetapi perubahan- perubahan yang tidak mesti
terjadi mngakibatkan hilangnya kebudayaan asli di suatu daerah, tergantung
bagaimana peran masyarakatnya dalam menjaga budaya mereka dan tetap menerima
modernisasi.serta peran dari tokoh masyarakrat seperti perangkat desa
diperlukan juga.
B. PERBEDAAN
KEBUDAYAAN ADAT DAN NASIONAL
Kaitan kebudayaan dengan globalisasi
Globalisasi memengaruhi hampir semua
aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan
dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat
ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu
keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah
terlihat sejak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat
ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di
dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi
kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya
teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai
sarana utama komunikasi antar bangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi
antar bangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya
perkembangan globalisasi kebudayaan. Telah membuat masyarakat dunia, termasuk
bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar
terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh
adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan
sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang
dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga
dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan
dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional
kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek
kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
Proses saling mempengaruhi adalah
gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan
berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat
yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses
dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting
dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri
dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung
begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara
berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di
negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi.
Globalisasi adalah sebuah istilah
yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar
bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi,
perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga
batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Setiap orang memandang globalisasi
dengan pandangan yang berbeda.. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses
sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa
dan negara di dunia semakin terikat satu sama lain.
Sebagian masyarakat mendukung adanya
globalisasi dan ada pula yang menentang hal tersebut. Bagi mereka yang
mendukung, beranggapan bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Sedangkan masyarakat yang menentang
globalisasi, menganggap bahwa globalisasi akan mengikis lingkungan hidup,
hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dan dari segi budaya timbul kekhawatiran
kalau nilai budaya yang sudah tertanam sejak dulu secara perlahan akan
menghilang akibat pengaruh globalisasi tersebut.
Suatu kemajuan akan menghasilkan
dampak positif dan dampak negatif. Internet adalah salah satu contoh dampak
positif globalisasi. Dengan adanya internet, kita bisa mengetahui kebudayaan
bangsa lain dan membandingkan ragam budaya negara lain, bahkan dapat terjadi
adanya akulturasi budaya sehingga memperkaya kebudayaan kita.
Salah satu contoh dampak negatif
globalisasi adalah guncangan budaya atau lebih dikenal dengan istilah cultural
shock. Biasanya cultural shock dialami oleh golongan tua yang terkejut karena
melihat adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh golongan muda. Kondisi
tersebut dapat menimbulkan suatu keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh,
pola pergaulan hedonis dan komsumtif kini menjadi gaya hidup remaja di era
globalisasi ini. Bagi para remaja yang tidak siap dan tidak dapat menyesuaikan
diri dengan keadaan tersebut, maka mereka akan menarik diri dari pergaulan
tersebut, atau bahkan ada yang frustasi dan melakukan penyimpangan seperti
bunuh diri. Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa
sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu
negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai
dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai
mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Faktor lain yang menjadi masalah
adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal.
Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal
harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh
negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk
asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan
input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di
negaranya.
Jadi, dalam suatu perubahan, tidak
hanya dampak negatif yang akan ditimbulkan, tetapi juga banyak dampak
positifnya. Sebagai masyarakat, kita harus bisa memposisikan diri dan
menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada supaya tidak terjadi guncangan
budaya.
Sehingga Tugas utama yang harus
dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi
budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang
akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak
diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam
rangka melestarikan budaya.
1. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman
budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai ke aset yang tldak dapat disamakan
dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimitiki Indonesia
berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya,
seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat
yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh
ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.
2. Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki
setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat,
pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan
budaya lokal ini sering kali menatik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya
turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti beiajar tarian
khas suat daerah atau mencari batang-barang kerajinan untuk dijadikan buah
tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia menuliki cirri khas yang
unik.
3. Kebudayaan lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki
Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Inc~nesia.
Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar
budaya bangsa tetap kokoh.
C. BUDAYA BARAT
Fakta menunjukan kebudayaan barat
termasuk yang paling gencar,merasuki setiap individu yang masih mempertahankan
budaya timur. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang lupa dan melalaikan
budaya dalam negeri sendiri mengakibatkan banyak budaya asli Indonesia tidak
lagi diakui bangsa lain. Sebagai negara berkembang, masyarakat indonesia
seharusnya meniru motivasi Barat untuk menjadi negara yang maju bukan malah
melalaikan budaya sendiri.
Dampak Positif Kebudayaan Barat
Pola pikir dan sikap masyarakat yang
berubah seiringnya dengan globalisasi dan modernisasi yang berkembang di Barat.
Mengubah masyarakat menjadi berpikir rasional yang sebelumnya berpikir
irasional
Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi dari barat yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus
memotivasi masyarakat untuk maju dalam segala hal di kehidupan bermasyarakat.
Perkembangan industri barat dalam
memproduksi berbagai alat transportasi dan komunikasi yang canggih yang
meningkatkan taraf hifup masyarakat dan mengurangi pengangguran.
Dampak Negatif
Selain dampak positif,budaya barat
juga berdampak negatif bagi kebudayaan Indonesia
Banyaknya produk impor yang
menjadikan produk dalam negeri terpinggirkan.
Adanya kesenjangan sosial di
masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat
menjadi individu atau sudah tidak lagi butuh pertolongan antar masyarakat. Hal
ini memacu adanya individualisme.
Berkembangnya gaya hidup ke
barat-baratan, menjadikan hidup bebas. Hal ini yang menyebabkan sudah hilangnya
moral atau perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, dan malah
menjadikan masyarakat menganut gaya hidup hedonis.
SOLUSI PERBAIKAN TATANAN BUDAYA
INDONESIA
Bangsa Indonesia telah enam puluh
lima tahun merdeka, namun masih banyak terjadi permasalahan disana-sini, bangsa
ini masih memerlukan terus perbaikan guna menjadi bangsa yang benar-benar
merdeka. Banyak masalah yang terjadi di sekitar kita semua, mulai dari bidang
ekonomi dengan tingginya angka kemiskinan bangsa Indonesia, yang menurus Biro
Pusat Statistik per Maret 2010 mencapai 31,02 juta jiwa. Belum lagi di bidang
sosial budaya, dimana banyak muncul konflik antar agama, antar suku. Di bidang
politik, bagaimana demokrasi disalah artikan, banyak aksi dan demonstrasi yang
berujung pada anarkis, yang lebih parah bagaimana elemen masyarakat kurang
dapat menerima demokrasi secara utuh, contohnya saat pemilihan kepala suatu
wilayah, yang kalah tidak bersedia menerima kekalahan yang terjadi, bahkan
tidak sedikit yang memprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis. Di bidang
pertahanan dan keamanan, banyak terjadi kapal-kapal asing yang masuk daerah
perairan Indonesia, yang lebih parah kapal-kapal tersebut dengan bebas
menangkap ikan di daerah perairan Indonesia. Hal ini menimbulkan keresahan pada
rakyat. Di bidang hukum, begitu banyak kasus suap terjadi pada aparatur penegak
hukum, mereka tunduk pada harta dan kekuasaan, menindas rakyat yang lemah.
Hal diatas hanya sebagian kecil
masalah yang dihadapi bangsa ini, sebenarnya masih banyak lagi. Namun saat ini
bukan saatnya untuk membahas tentang apa yang harus dikritisi, tetapi bagaimana
solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Sebagai seorang
mahasiswa, seharusnya sudah mulai ikut memikirkan solusi terhadap permasalahan
yang ada. Karena, mahasiswalah yang nantinya akan meneruskan tonggak
kepemimpinan bangsa ini, yang menentukan hitam putih kehidupan bangsa ini
dimasa yang akan datang. Disini akan saya paparkan beberapa solusi yang dapat
digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada.
1. Bidang
Ekonomi
Setidaknya ada empat agenda
strategis yang mendesak untuk segera diselesaikan. Pertama, menurunkan angka
kemiskinan yang masih tinggi. Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap
pemberantasan kemiskinan, terutama pengalokasian anggaran, jangan sampai tidak
tepat sasaran.
Masyarakat sudah tahu tahun depan pemerintah akan menyalurkan dana sebesar
Rp49,3 triliun guna pemberantasan masyarakat miskin, sebagaimana tertuang dalam
struktur pendanaan program prioritaspemerintah. Kedua, menekan laju
pertambahan penduduk yang juga tinggi yang berdampak langsung terhadap
ketahanan pangan. Upaya menekan laju pertambahan penduduk yang tinggi dan
berdampak terhadap ketahanan pangan juga harus diselesaikan. Program keluarga
berencana (KB) yang dulu pernah sukses dijalankan perlu dipikirkan kembali
untuk kemungkinan dapat dihidupkan kembali guna menekan angka kelahiran.
Dengan lahan pertanian yang semakin sempit karena terutilisasi oleh pembangunan
bidang fisik, sedangkan pertambahan penduduk nyaris tak terkendali, bisa
dibayangkan pada suatu ketika Indonesia akan mengalami krisis pangan. Ketiga,
mencari terobosan untuk pembangunan infrastruktur yang terbatas karena tidak
didukung investasi yang memadai. Hal ini juga harus diimbangi oleh
dipermudahnya penanaman modal, utamanya modal dari dalam negeri. Keempat,
mengupayakan tercapainya ketahanan energi agar daya saing produk Indonesia
tidak tertekan. Hal ini harus mulai diperhatikan, karena sangat diperlukan
energi cadangan baru, jangan hanya mengandalkan pada energi batubara,
seharusnya pemerintah mulai melirik energi angin, karena di Indonesia banyak
memiliki daerah pantai yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Selain itu
juga dapat mengoptimalkan energi cahaya matahari yang saat ini mulai banyak
digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, hal ini harus lebih
dioptimalkan lagi.
2. Bidang
Sosial dan budaya
Solusi yang dapat dilakukan adalah
membina dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta
suasana kehidupan yang harmonis dan saling menghormati dengan meningkatkan
kualitas pemahaman dan pelaksanaan ibadah menurut syariat agama masing-masing,
serta mempermudah umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Hal ini juga
harus didukung dengan mengoptimalkan fungsilembaga-lembaga keagamaan untuk
meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama, meminimalkan dampak
negatif kehidupan kota metropolitan serta meningkatkan pemahaman,
penghayatan dan pengamalan ajaran agama untuk membentengi dampak
negatif pembangunan dan era globalisasi. Untuk itu maka pendidikan agama
harus digunakan juga sebagai proses penyadaran masyarakat bagi terbentuknya
kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat yang lebih baik lagi.
3. Bidang
Politik
Banyaknya pemilihan kepala daerah
yang berujung pada ketidakpuasan ini dapat diatasi dengan lebih memaksimalkan
peran kerja dari komisi pemilihan umum, karena saat ini masih banyak yang
menggunakan cara-cara kotor seperti menggunalan politik uang untuk meraih
kemenangan dalam pemilihan, Ketika peran Komisi Pemilihan Umum berani
menindak serta melaporkan setiap kecurangan yang dilakukan, hal ini akan
mengurangi ketidakpuasan pihak yang kalah. Selain itu komisi pemilihan umum
seharusnya benar-benar jeli dalam melakukan pendataan calon pemilih. Namun yang
tidak kalah penting adalah sosialisasi tentang demokrasi dalam memandang suatu
masalah, jangan mudah terprovokasi isu politik yang dapat mengharcurkan
kerukunan antar masyarakat yang telah dibangun sejak lama.
4. Bidang
Pertahanan dan keamanan
Masalah yang sejak lama menjadi
probelma bagi bangsa kita, bagaimana dengan begitu mudah pertahanan bangsa kita
bagaikan diobrak-abrik oleh negara lain. Masih segar dalam ingatan bagaimana
kapal nelayan Malaysia dengan mudah masuk perairan Indonesia, serta mencari
ikan di perairan Indonesia. Harusnya pemerintah lebih ketat dan tegas dalam
menerapkan peraturan mengenai pertahanan nasional, jangan terlalu dicampuri
nuansa politik sehingga negara kita terlihat kendur dalam menjaga pertahanan
dan keamanan nasional. Selain itu perlunya perlengkapan perang yang canggih
untuk mendukung pertahanan dan keamanan nasional. Jangan hanya mengandalkan
peralatan perang yang sudah lama. Pemerintah harusnya berani mengoptimalkan
pabrik senjata dan mesiu Pindad, karena hasil buatan Pindad pun tak kalah hebatnya,
bahkan beberapa negara menggunakan senjata hasil buatan pabrik senjata dan
mesiu Pindad
5. Bidang
Hukum
Banyak permasalahan hukum yang
muncul saat ini, yang paling heboh adalah bagaimana dengan mudah perangkat
hukum dapat disuap. Hal ini menjadikan masyarakat mulai tidak percaya terhadapa
hukum yang berlangsung di negara ini. Perangkat hukum yang seharusnya dinilai
mampu berlaku adil, pada kenyataannya lebih memihak kepada orang yang berharta
dan berkedudukan. Seharusnya setiap elemen perangkat hukum berani untuk
menegakkan hukum yang ada, karena mereka telah dihaji tinggi oleh negara untuk
menegakkan hukum dinegara ini. Selain itu pendidikan yang nantinya mencetak
penerus-penerus perangkat hukum haruslah benar-benar bersih dari kolusi,
korupsi dan nepotisme.