Mangga tersebut ditanam oleh saya
beberapa tahun yang lalu. saya mencangkokannya pada pohon Mangga kepunyaan tetangga, ketika
tinggi pohon mangga tersebut masih sekitar setengah meter saja.
Saya lupa-lupa ingat pada tahun berapa saya menanam pohon
mangga tersebut. Kalau tidak salah sekitar tahun 2004 atau
2006. Setahun, dua tahun, tiga tahun … pohon mangga tersebut tumbuh
semakin besar dan tinggi. saya senang sekali karena halaman rumah kami
yang tidak seberapa luas itu menjadi lebih teduh karenanya, namun ada sedihnya juga, karena setiap hari harus menyapu halaman Tsb.
Dan juga kami sedikit kecewa karena
pohon mangga ini tidak pernah berbuah.
Kami menunggu-nunggu, kapan pohon ini akan berbuah. Kami sudah tidak
sabar, ingin segera mencicipi seperti apa rasanya buah mangga hasil
kebun sendiri. Ya … kebun yang hanya berisi satu-satunya pohon. Pohon
mangga (yang celakanya berulah … tidak mau berbuah itu)
Sampai akhir tahun 2013 kemarin pohon ini tidak pernah berbuah.
Karena pohon semakin besar.
Cabang-cabang semakin berkembang, dedaunan semakin rimbun. Kami merasa
pertumbuhan pohon ini sudah mulai mengganggu sekitarnya. Sudah mulai
tidak rapi. Cabangnya satu dua ada yang sudah menyundul dinding depan
rumah kami. Daun yang gugur juga dirasakan sudah semakin banyak.
Mungkin
si emak capek membersihkannya. Akhirnya kami memutuskan untuk
memangkas sebagian pohon tersebut, agar lebih rapi. (Kami yakin si emak
pun akan tersenyum senang. Pekerjaannya akan menjadi sedikit lebih
ringan).
Akhirnya saya sendiri yang memangkas pohon Tsb,karena saya juga yang menanamya. waahhh setelah pemangkasan Mangga Tab menjadi berbunga dan beberapa hari berikutnya bunga tersebut berubah
menjadi butiran-butiran mangga pencit. Kecil-kecil, Kami senang
sekali. Pohon mangga kami ternyata tidak mandul. Lama kelamaan buah
mangga pencit itu mulai membesar dan membesar.
Hasil penantian beberapa tahun terkabul kini Pohon mangga kami akhirnya berbuah
dan buahnya sangat lebat, asyiikk,,,!!!
Jika anda punya pohon buah-buahan yang tidak pernah / sulit
berbuah. Coba pangkas beberapa dahan yang tidak perlu. Semoga dengan
demikian, “energi” yang tadinya dihabiskan tanaman untuk menumbuhkan
dahan dan daun di cabang yang tidak perlu. Bisa dialokasikan untuk
menumbuhkan bunga, bakal buah, buah dan seterusnya dan jangan lupa sering-sering di siram air agar pohonya pun bisa minum seperti halnya manusia,,