zaman sekarang/bisa juga zaman besok, jika kita diundang untuk datang ke suatu pesta perkawinan,
maka yang biasanya kita persiapkan adalah sejumlah uang dan amplop,kalaua perempuan biasanya gula,Mie Instan, Roti, Dll. Uang tersebut kita masukkan ke dalam amplop, Dan biasanya gawan seperti gula di masukkan kedalam Tas (bagi seorang perempuan) Amplop tersebut
akan kita berikan kepada mempelai atau orang yang menyelenggarakan pernikahan.
Ternyata
setelah saya perhatikan, untuk urusan “amplop-mengamplopi” ini, lokasi
“penyemplungannya” ada beberapa macam. Paling tidak ada Tiga tipe
lokasi (penyemplungan) yang berbeda-beda namun bagi seorang perempuan langsung ada yang mengambili dari rumah.
Lokasi yang pertama : Di meja penerima tamu
Ini adalah lokasi penyemplungan amplop
yang paling sering saya temui. Tamu datang, diberi makan sama yang bagian nyugoi makan, sesudah itu tamu menulis namanya di
buku tamu (semacam buku absen gitu). Kemudian amplop tersebut kita
“cemplungkan” ke dalam tempat yang disediakan. Bentuknya seperti kotak
biasa. Ada pula yang bentuknya seperti pos surat. Kadang ada pula yang
dihias cantik, senada dengan nuansa warna thema dekorasi pernikahan.
Yang agak
unik adalah saya pernah menemukan kotak amplop yang berpasangan.
Berjejer dua sekaligus. Kotak pertama ada tulisan berbunyi : “Untuk
Orang Tua mempelai”. Kotak ke dua bertuliskan : “Untuk mempelai”. Tamu
dipersilahkan untuk memasukkan amplop ke salah satu dari kedua kotak
tersebut, sesuai niatnya mau memberikan kepada siapa. (mau “ngamplopin”
dua-duanya juga tidak dilarang … hehehe)
-
Lokasi kedua : Di sebelah pelaminan
Lokasi lainnya adalah kotak amplop di
tempatkan di sebelah pelaminan. Bisa juga disebar beberapa tempat yang
strategis di seputar ruangan. (tentu saja lokasi ini diawasi betul oleh
keluarga). Sengaja di meja penerima tamu depan, tidak disediakan kotak
amplop. Para tamu dipersilahkan untuk memasukkan amplop langsung di
sebelah pelaminan. Atau di tempat yang telah ditentukan di dalam.
(Saya tidak tau alasannya, mengapa kok mesti diletakkan di dekat
pelaminan. Mungkin salah satunya, untuk alasan keamanan)
-
Mekanisme ketiga : direct contact
Maksudnya adalah amplop diserahkan langsung. “Salam tempel”.
Bisa diserahkan langsung ke mempelai. Ada juga yang diserahkan
langsung kepada orang tua mempelai. Terutama orang tua mempelai
perempuan. Istilahnya orang tua yang punya “gawe”. Di beberapa adat
perkawinan, memang pihak perempuanlah yang bertindak sebagai tuan rumah
dari perhelatan perkawinan tersebut.
Menarik untuk dicermati, bahwa ternyata urusan amplop mengamplopi ini targetnya bisa ada dua macam sasaran. Sasaran pertama “untuk mempelai”, sasaran kedua adalah “untuk orang tua mempelai” (wanita). Saya berasumsi bahwa di beberapa tempat, adalah hal yang
lumrah jika pihak orang tua juga mengharapkan bantuan dari para tamu
yang datang untuk meringankan beban biaya pernikahan ini
Jadi demikianlah …
Ternyata untuk urusan amplop mengamplopi ini, lokasi “penyemplungannya”
ada tiga macam. Yaitu di meja penerima tamu, di sebelah pelaminan atau
di “salam tempel” kan langsung.
Dan dari
segi sasarannya, sasaran pengamplopan itu ada dua jenis … yaitu untuk
“orang tua mempelai (wanita)” dan untuk “mempelai” itu sendiri.
-
Salam saya