Seragam baruku mana ? Udah telat nih , lihat nih udah jam 8 . Aku kan
MOS jam tengah 8 .
Ku melihat sekeliling kamarku yang sangat sangat berantakan, akhirnya ku menemukan seragam putih abu-abuku diatas meja komputerku. Aku langsung bergegas memakai seragamku dan langsung pergi kesekolah .
Hari ini adalah hari pertamaku masuk
SMA, dan ku berharap ada seseorang yang bisa menemaniku nantinya. Sesampainya disekolah kakak senior yang bisa dibilang “aneh” datang menghampiriku
“hehh,bocahh . Kok lama banget datangnya?”
sialan, masak gue dibilang bocah? Gerutukku dalam hati.
“maaf kak, aku telat kan telatnya Cuma setengah jam, dispensasi dongg”
“apa? Dispensasi? Loe udah terlambat setengah jam dikasih dispensasi? Sekarang sini lo”
Akhirnya aku duduk dibangku kelas, dan ternyata kakak itu memake-up aku semenor mungkin. Yaampuuunnn, Shit! Rambutku diikat sampai 29 ikatan tepat angka tanggal lahirku.
Aku dibawa kesetiap kelas
MOS dan aku harus mengatakan “
AKU CANTIK”
Betapa malunya aku sampai aku ditertawain semua siswa yang sedang melihatku.
Akhirnya bel pun berbunyi, aku langsung menyuci mukaku sampai mukaku kembali bersih lagi. Seluruh siswa baris dilapangan, upacara penerimaan siswa-siswi baru akan dimulai. Aku berada dibaris ke8. Teriknya sinar mentari pagi membuatku semakin bersemangat untuk menjalani masa-masa yang tak terlupakan ini. Ku melihat sosok seorang pria yang manis,keren dan tinggi, ku rasa aku mulai tertarik dengannya. Ini yang namanya cinta pandangan pertama ? Ku tak yakin itu.
Sepertinya dia senyum padaku, tapi gue sih cuek aja.
Setelah upacara selesai, waktunya untuk pembagian kelas. Daftar X1-X4 sudah dibaca, ku mulai putus asa. Akhirnya namaku dibaca, aku ditempatkan dikelas X5.
Aku langsung memasuki kelas baruku itu, ku melihat betapa anehnya wajah teman baruku ini. Ibaratnya aku datang keplanet mars yang dipenuhi makhluk aneh.
Aku bingung mau duduk dimana, akhirnya aku dipanggil seorang cewe berkulit sawo matang berambut sebahu dan lumayan manis. Akupun duduk dengannya dibangku pertama dekat meja guru.
“kenalin, namaku Sinta . Namamu siapa?” tanyaku .
“hei Sin, namaku
Acul, salam kenal ya”
“iya Cul”
Salah seorang guru memasuki kelas kami, Ibu itu ternyata wali kelas kami. Kami melakukan
voting suara untuk menentukan perangkat kelas, dan ternyata aku terpilih sebagai sekretaris.
“selamat ya Siinn”
“iya makasih ya Cul”